Achmad Aris, CNBC Indonesia
01 April 2026 11:35
Key Takeaway
- Lonjakan klaim kesehatan karyawan di Asia diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan
- Lima penyakit utama yang mendorong kenaikan biaya klaim kesehatan meliputi kanker, penyakit kardiovaskular, gangguan muskuloskeletal, diabetes, penyakit metabolik, serta kondisi terkait obesitas
- Isu kesehatan mental juga mulai menjadi perhatian besar dalam sistem manfaat kesehatan karyawan
Jakarta, CNBC Indonesia - Lonjakan klaim kesehatan karyawan di Asia diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan, didorong oleh meningkatnya kasus sejumlah penyakit serius seperti kanker, penyakit jantung, hingga diabetes.
Laporan Howden Employee Benefits Global Employee Health Report 2026 mencatat beberapa penyakit kronis dan kritis menjadi penyumbang utama kenaikan biaya klaim dalam program kesehatan karyawan di berbagai negara.
Berdasarkan laporan tersebut, kanker menjadi penyakit utama yang mendorong peningkatan biaya klaim kesehatan secara global maupun di Asia. Selain kanker, beberapa penyakit lain juga diperkirakan akan menjadi kontributor besar terhadap biaya kesehatan perusahaan pada 2026.
Secara umum, lima penyakit utama yang mendorong kenaikan biaya klaim kesehatan meliputi kanker, penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke, gangguan muskuloskeletal seperti nyeri punggung dan gangguan sendi, diabetes dan penyakit metabolik, serta kondisi terkait obesitas.
Penyakit-penyakit tersebut dinilai memiliki dampak signifikan terhadap biaya kesehatan karena membutuhkan perawatan jangka panjang, penggunaan teknologi medis yang mahal, serta meningkatnya kebutuhan terapi lanjutan.
Lonjakan kasus penyakit kronis ini turut berkontribusi terhadap kenaikan tren biaya medis di Asia yang tercatat sebagai yang tertinggi secara global. Laporan tersebut menunjukkan tren kenaikan biaya medis di Asia mencapai sekitar 11,4% setelah memperhitungkan inflasi, lebih tinggi dibandingkan kawasan lain di dunia.
Selain faktor penyakit, peningkatan biaya klaim juga dipengaruhi oleh meningkatnya pemanfaatan layanan kesehatan setelah pandemi, kemajuan teknologi medis, serta meningkatnya akses terhadap diagnostik dan pengobatan yang lebih canggih.
Kesehatan Mental
Di sisi lain, isu kesehatan mental juga mulai menjadi perhatian besar dalam sistem manfaat kesehatan karyawan. Dalam laporan tersebut, kesehatan mental bahkan disebut sebagai risiko kesehatan terbesar bagi perusahaan pada 2026, seiring meningkatnya jumlah karyawan yang mencari perawatan psikologis maupun terapi.
Sekitar 38% karyawan mencari perawatan kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir, terutama dalam bentuk terapi individu dan penggunaan obat-obatan. Kondisi ini turut berdampak pada meningkatnya permintaan cuti fleksibel, meningkatnya burnout, hingga kenaikan klaim dukungan kesehatan mental.
Meski demikian, stigma terhadap kesehatan mental masih cukup kuat di tempat kerja. Sekitar 18% karyawan mengaku tidak nyaman menggunakan fasilitas kesehatan mental yang disediakan perusahaan karena khawatir terhadap privasi dan potensi dampaknya terhadap karier mereka.
Kondisi kenaikan biaya medis ini mendorong perusahaan untuk mulai menyesuaikan strategi pengelolaan manfaat kesehatan karyawan, termasuk melalui program pencegahan penyakit, peningkatan kesejahteraan karyawan, hingga penyesuaian desain manfaat kesehatan untuk mengendalikan biaya klaim yang terus meningkat.
Jika tren penyakit kronis ini terus meningkat, perusahaan diperkirakan akan menghadapi tekanan biaya kesehatan yang lebih besar, sehingga pengelolaan risiko kesehatan karyawan akan menjadi salah satu fokus utama dalam strategi manfaat karyawan di masa depan.
Skema Cost-Sharing
Laporan Howden ini mencatat sekitar 51% perusahaan di Asia (41% global) memperkirakan biaya kesehatan akan meningkat signifikan pada 2026, sementara 50% perusahaan (32% global) telah meningkatkan skema cost-sharing dalam manfaat kesehatan karyawan untuk menekan beban biaya.
Selain itu, obat-obatan untuk penurunan berat badan berbasis GLP-1 seperti Ozempic juga menjadi perhatian baru bagi perusahaan. Sekitar 63% pemberi kerja di Asia menilai obat tersebut berpotensi meningkatkan biaya klaim kesehatan di masa depan.
Di sisi lain, laporan ini juga menyoroti adanya kesenjangan pengalaman layanan kesehatan (employee experience gap) antara layanan kesehatan publik dan swasta. Di Asia, sekitar 61% pasien yang menggunakan layanan kesehatan swasta dapat memulai perawatan dalam waktu kurang dari satu minggu setelah diagnosis, sementara pada sistem publik sebagian pasien harus menunggu hingga beberapa minggu.
Akibat waktu tunggu yang panjang, sekitar 28% karyawan di Asia mengalami kondisi kesehatan yang memburuk, sementara sebagian lainnya terpaksa mengambil lebih banyak hari cuti karena keterlambatan pengobatan.
Laporan tersebut juga menemukan bahwa asuransi kesehatan yang disediakan perusahaan menjadi penopang utama akses layanan kesehatan bagi karyawan. Sekitar 54% karyawan di Asia menggunakan asuransi kesehatan dari perusahaan untuk menanggung seluruh biaya perawatan serius yang mereka alami dalam setahun terakhir.
Di tengah tantangan tersebut, teknologi diprediksi akan memainkan peran penting dalam transformasi layanan kesehatan. Sekitar 64% karyawan menyatakan bersedia mempercayai penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam perjalanan perawatan kesehatan mereka, terutama untuk diagnosis awal, pemantauan kesehatan jarak jauh, hingga layanan telehealth.
Bagi perusahaan, pemanfaatan teknologi juga dinilai dapat membantu mengendalikan biaya kesehatan, terutama melalui otomatisasi proses klaim, analitik prediktif untuk klaim berbiaya tinggi, serta deteksi potensi fraud dalam layanan kesehatan.
Dengan meningkatnya kompleksitas layanan kesehatan dan ekspektasi karyawan, perusahaan di Asia kini dihadapkan pada tantangan untuk menyeimbangkan pengendalian biaya dengan akses layanan kesehatan yang berkualitas, melalui desain manfaat yang lebih fleksibel, program pencegahan penyakit, serta pemanfaatan teknologi kesehatan secara lebih luas.
(ach/ach)
Addsource on Google












































