REPUBLIKA.CO.ID,
JAKARTA -- Italia kembali harus menelan kenyataan pahit di jalur menuju Piala Dunia. Bermain imbang 1-1 melawan Bosnia dan Herzegovina di Stadion Bilino Polje, Zenica, Rabu (1/4/2026) ini hari WIB tak cukup menyelamatkan langkah Azzurri. Setelah melalui perpanjangan waktu yang menegangkan, Italia akhirnya tersingkir setelah kalah adu penalti 1-4, sementara Bosnia memastikan diri tampil di putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 12 tahun.
Hasil ini menyesakkan bagi Italia. Untuk ketiga kali secara berurutan, Azzurri hanya menjadi penonton panggung termegah sepak bola dunia ini. Padahal, Italia berstatus empat kali juara Piala Dunia, terakhir mengangkat trofi pada 2006.
Jalannya laga
Atmosfer di Zenica sejak awal sudah terasa panas dan menekan. Bosnia langsung memberikan ancaman lewat tembakan Erdin Demirovic dari luar kotak penalti, tetapi kiper Italia, Gianluigi Donnarumma, masih mampu menggagalkannya.
Namun justru kesalahan di lini belakang tuan rumah yang membuka jalan bagi Italia. Sekitar seperempat jam laga berjalan, kiper Bosnia, Nikola Vasilj, kehilangan bola di depan kotak penalti yang dimanfaatkan Nicolo Barella. Bola kemudian diberikan kepada Moise Kean, yang dengan tenang melengkungkan tembakan indah untuk membawa Italia unggul.
Meski tertinggal, Bosnia tidak kehilangan semangat. Ivan Basic sempat memaksa Donnarumma melakukan penyelamatan penting lewat tembakan jarak jauh, sementara Nikola Katic nyaris menyamakan kedudukan lewat sundulan. Tekanan terus mengalir ke pertahanan Italia.
Situasi semakin sulit bagi tim tamu menjelang turun minum. Bek Italia Alessandro Bastoni mendapat kartu merah langsung setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Amar Memic yang tengah berlari bebas menuju pertahanan Italia. Keunggulan jumlah pemain memberi Bosnia dorongan tambahan untuk terus menekan.
Memasuki babak kedua, Bosnia semakin agresif dalam mencari gol penyama kedudukan. Namun, Italia hampir menggandakan keunggulan ketika Moise Kean mendapat peluang emas setelah kesalahan Bosnia di lini tengah. Sayangnya, saat berhadapan satu lawan satu dengan kiper, tembakannya justru melambung jauh di atas mistar.
Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil bagi tuan rumah. Setelah Donnarumma berkali-kali melakukan penyelamatan penting, termasuk menepis tembakan Benjamin Tahirovic ke tiang gawang dan menggagalkan sundulan Edin Dzeko, gawang Italia akhirnya jebol. Haris Tabaković memanfaatkan kemelut di depan gawang untuk mendorong bola melewati garis dan membuat skor menjadi 1-1 dengan sekitar sepuluh menit tersisa.
Skor imbang bertahan hingga waktu normal berakhir, memaksa laga dilanjutkan ke perpanjangan waktu. Kedua tim bermain hati-hati, meski sempat muncul kontroversi ketika Marco Palestra dijatuhkan tepat di luar kotak penalti Bosnia. Para pemain Italia menuntut kartu merah, namun wasit Clement Turpin hanya memberikan kartu kuning kepada Tarek Muharemovic. Peluang yang tercipta dari situasi tersebut juga gagal dimanfaatkan Italia setelah tembakan Sebastiano Esposito ditepis Vasilj.
Tanpa gol tambahan hingga akhir perpanjangan waktu, penentuan pun berlanjut ke adu penalti. Di sinilah tekanan publik tuan rumah terasa sangat besar bagi para pemain Italia. Sebastiano Esposito gagal menjalankan tugas sebagai penendang pertama, sementara Bosnia tampil sangat tenang dengan tiga eksekutor awal mereka sukses mencetak gol. Situasi semakin sulit ketika Bryan Cristante juga gagal setelah tembakannya membentur mistar.
Tendangan penentu akhirnya datang dari Esmir Bajraktarevic. Bola yang meluncur tak bisa ditahan Donnarumma memastikan kemenangan Bosnia sekaligus mengirim stadion dalam euforia besar. Bagi Bosnia, kemenangan ini menjadi tiket menuju Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. Sementara bagi Italia, kegagalan ini menandai kali ketiga secara beruntun mereka absen dari panggung sepak bola terbesar di dunia.

1 hour ago
2











































