Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Fitroh Rohcahyanto memberikan keterangan pers seusai membuka acara "Dialog Antikorupsi" di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Senin (30/3/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Fitroh Rohcahyanto mengatakan, terciduknya tiga bupati di Jawa Tengah (Jateng) dalam operasi tangkap tangan (OTT) selama tiga bulan terakhir menunjukkan upaya pencegahan korupsi di tingkat kepala daerah belum maksimal. Meski penangkapan tiga bupati di Jateng merupakan hal positif bagi KPK, tapi Fitroh tetap mengaku prihatin dan berharap tak terjadi lagi hal serupa.
Hal itu disampaikan Fitroh seusai membuka acara "Dialog Antikorupsi" di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Senin (30/3/2026). Kegiatan tersebut diinisiasi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan diikuti seluruh kepala daerah serta wakil kepala daerah, termasuk ketua DPRD, se-Jateng.
"Sebagaimana diketahui kegiatan penindakan di wilayah Jawa Tengah cukup banyak, sehingga dengan melakukan upaya pencegahan yang terus menerus kita lakukan sinergitas antara penegak hukum yang ada di daerah dan juga pihak-pihak pemerintah diharapkan mampu mengurangi perilaku koruptif," ujar Fitroh ketika memberikan keterangan pers seusai membuka Dialog Antikorupsi.
Ketika ditanya soal OTT terhadap tiga bupati di Jateng dalam beberapa bulan terakhir, Fitroh mengatakan KPK memang aktif memonitor penyelengaraan pemerintahan di seluruh daerah. Tiga bupati di Jateng yang terjerat OTT merupakan hasil dari pemantauan tersebut.
"Tentu ini juga menjadi keprihatinan kita, bukan KPK kemudian terus gembira. Karena dengan adanya perilaku korupsi, tentu upaya pencegahan yang kita lakukan bisa dimaknai belum maksimal," kata Fitroh.
Dia menekankan KPK tetap aktif melakukan pemantauan atau monitoring terhadap pemerintahan di Jateng. "Oleh karenanya, kita betul-betul memberikan penekanan: please jangan lagi-lagi," ucapnya.
Fitroh mengungkapkan, dalam Dialog Antikorupsi, KPK akan kembali memberi pengarahan kepada para kepala daerah di Jateng soal pencegahan praktik korupsi. "Kalau tadi saya mengawali lebih kepada mengajak untuk berkesadaran. Kalau pengetahuan, sesungguhnya semua tahu apa itu korupsi. Yang kurang adalah kesadaran kita untuk tidak melakukan korupsi," ujarnya.
"Tapi nanti ada juga hal-hal teknis, yang menyampaikan adalah tim dari KPK, ada kedeputian pencegahan, yang paling tidak bicara teknis bagaimana membentuk sistem yang jauh dari celah untuk melakukan korupsi," tambah Fitroh.

8 hours ago
3











































