Iran Serang Kedubes AS di Saudi, Trump Berang

2 hours ago 2

Presiden AS Donald J Trump menyampaikan pidato kenegaraan pada sesi gabungan Kongres di House Chamber of the US Capitol di Washington, DC, AS, 24 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Serangan balasan Iran terhadap berbagai aset Amerika Serikat di Timur Tengah masih terus berlanjut. Yang terkini, mereka menyerang gedung Kedutaan Besar AS di Riyadh dan membikin berang Presiden AS Donald Trump/

Pihak berwenang Saudi pada Selasa melaporkan “serangan terbatas” di Kedutaan Besar AS di Riyadh setelah dihantam oleh dua drone.

“Kedutaan Besar AS di Riyadh menjadi sasaran serangan oleh dua drone menurut perkiraan awal, yang mengakibatkan kebakaran terbatas dan kerusakan material ringan pada gedung tersebut,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan.

Arab Saudi kemudian mencegat dan menghancurkan setidaknya delapan drone yang menuju Riyadh dan kota terdekat Al-Kharj, menurut Kementerian Pertahanan negara tersebut.

Kantor berita Reuters lalu melaporkan dua ledakan baru di kawasan diplomatik Riyadh setelah pemerintah Saudi mengkonfirmasi adanya serangan terhadap Kedutaan Besar AS di kota tersebut.

Kellie Meyer, jurnalis NewsNation, mengatakan Trump telah mengatakan kepadanya, “Anda akan segera mengetahui” apa tanggapan terhadap serangan terhadap Kedutaan Besar AS di Riyadh.

Meyer menambahkan bahwa Trump mengatakan dia “tidak berpikir bahwa serangan darat akan diperlukan” dalam perang melawan Iran, setelah sebelumnya menyatakan bahwa dia tidak terintimidasi oleh prospek pengerahan pasukan darat AS.

Pihak berwenang AS telah mendesak warga Amerika di beberapa kota di Arab Saudi untuk berlindung di tempat dan menghindari kedutaan besar negara tersebut di Riyadh setelah fasilitas tersebut dihantam oleh dua pesawat tak berawak.

“Misi AS untuk Arab Saudi telah mengeluarkan pemberitahuan shelter in place untuk Jeddah, Riyadh dan Dhahran dan membatasi perjalanan yang tidak penting ke instalasi militer manapun di wilayah tersebut – kami merekomendasikan warga Amerika di Kerajaan untuk segera berlindung di tempat dan menghindari Kedutaan Besar sampai pemberitahuan lebih lanjut karena ada serangan terhadap fasilitas tersebut,” kata kedutaan dalam sebuah posting media sosial.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research