IHSG Tiba-Tiba Ambruk 1%, Ini 10 Saham Paling Jeblok

3 hours ago 1

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia

24 February 2026 15:25

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan dengan mencatatkan pelemahan. Data pasar menunjukkan indeks acuan terkoreksi sebesar 1,21%, membawanya turun ke level 8.294,22.

Penurunan ini mencerminkan adanya tekanan jual yang cukup merata pada berbagai sektor saham di bursa. Tingkat koreksi yang menembus batas satu persen ini menandakan sikap kehati-hatian dari para pelaku pasar dalam momentum di bursa efek Indonesia saat ini, kelanjutan ketidakpastian global baik pembatalan tarif AS, dan potensi eskalasi perang tambahan.

Deretan Saham dengan Penurunan Terdalam

Pelemahan indeks secara keseluruhan sejalan dengan tekanan jual yang terjadi pada sejumlah emiten, khususnya pada kelompok saham lapis mid-small caps. Beberapa saham mencatatkan depresiasi harga yang signifikan pada sesi kali ini.

Berikut adalah rincian data saham-saham yang masuk ke dalam daftar penurunan terdalam (top losers) berdasarkan data perdagangan:

Tinjauan Transaksi Saham Terkoreksi

Berdasarkan data di atas, saham PT Royaltama Mulia Tbk (RMKO) memimpin daftar pelemahan dengan koreksi mencapai 14,94% ke level Rp 740 per lembar saham. Penurunan tersebut disertai oleh nilai perputaran transaksi yang mencapai Rp 44,59 miliar.

Selanjutnya, saham PT Indospring Tbk (INDS) dan PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) turut mencatatkan penyusutan harga yang mendalam, masing-masing terdepresiasi sebesar 14,90% dan 13,89%.

Selain ketiga emiten tersebut, saham APLI, KOCI, SSTM, dan ASLI juga mencatatkan tingkat penurunan harga melampaui 10%. Perputaran nilai transaksi pada deretan saham terkoreksi ini bervariasi, mulai dari ratusan juta rupiah hingga belasan miliar rupiah.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research