Hutan Sosial Lombok Barat Dikembangkan Jadi Sumber Ekonomi Masyarakat

1 hour ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK BARAT — Pengelolaan hutan sosial mulai dikembangkan sebagai penggerak ekonomi hijau berbasis masyarakat. Program rehabilitasi kawasan hutan kini tidak hanya menitikberatkan pada konservasi, tetapi juga pada peningkatan pendapatan warga sekitar hutan.

PT PLN Indonesia Power UBP Jeranjang melakukan penyulaman dan penanaman 800 bibit kemiri di areal perhutanan sosial Kelompok Tani Hutan (KTH) Giri Madia Lestari, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, belum lama ini. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperbaiki tutupan lahan sekaligus menjaga keberlanjutan komoditas kemiri yang menjadi sumber ekonomi masyarakat.

Kegiatan dihadiri perwakilan Balai Perhutanan Sosial Wilayah Denpasar, Balai KPH Wilayah I Provinsi NTB, Pemerintah Desa Giri Madia, kelompok tani hutan, serta pegawai PLN Indonesia Power UBP Jeranjang. Penanaman dilakukan sebagai bagian dari pengelolaan hutan berbasis masyarakat yang menekankan keseimbangan fungsi ekologis dan ekonomi.

Manager PLN Indonesia Power UBP Jeranjang melalui perwakilannya, Yanuar, mengatakan, penyulaman tanaman dilakukan untuk memastikan keberhasilan rehabilitasi kawasan hutan sosial sekaligus menjaga keberlanjutan manfaat bagi masyarakat.

“Penyulaman tanaman kemiri ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan kawasan hutan sosial. Kami percaya pohon yang ditanam hari ini akan memberikan manfaat ekologis sekaligus ekonomi bagi masyarakat di masa depan. Ini bukan hanya tentang penghijauan, tetapi juga menjaga sumber kehidupan,” ujar Yanuar.

Sejak 2024, PLN Indonesia Power UBP Jeranjang bekerja sama dengan KTH Giri Madia dalam pendampingan masyarakat, mulai dari pelatihan pengelolaan tanaman, penguatan pascapanen kemiri, hingga membuka akses pemasaran melalui jaringan pengepul dan eksportir.

Perwakilan Balai Perhutanan Sosial, Manase, menilai kolaborasi multipihak menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan hutan sosial.

“Program seperti ini sangat penting karena mampu menghubungkan aspek konservasi dengan pemberdayaan masyarakat. Tanaman kemiri memiliki nilai ekonomi yang baik, sekaligus berfungsi menjaga tutupan lahan dan mencegah degradasi kawasan hutan,” kata Manase.

Perwakilan Balai KPH Wilayah I Provinsi NTB, Hendro, mengatakan keberhasilan rehabilitasi hutan tidak hanya bergantung pada penanaman awal, tetapi juga pada perawatan dan kesinambungan program.

“Penyulaman menjadi langkah penting untuk memastikan tanaman yang sebelumnya telah ditanam dapat tumbuh optimal. Kolaborasi multipihak seperti ini menjadi contoh baik dalam menjaga kelestarian hutan secara berkelanjutan,” ujar Hendro.

Program hutan sosial di Giri Madia diharapkan dapat menjaga fungsi ekologis kawasan sekaligus mempertahankan sumber penghidupan masyarakat sekitar hutan.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research