Hari Anak Nasional, Ada Teater Gratis yang Ramah Anak Autisme

5 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Konsep seni pertunjukan yang inklusif mulai berkembang seiring meningkatnya perhatian terhadap akses anak berkebutuhan khusus terhadap ruang budaya. Penyesuaian tata cahaya, suara, hingga suasana pertunjukan menjadi salah satu pendekatan untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih nyaman bagi anak dengan autisme.

Momentum Hari Anak Nasional 2026 dimanfaatkan Regina Art bersama Indonesia Kaya dengan menghadirkan pertunjukan Fantasy Land di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, pada 18 Juli 2026. Pertunjukan tersebut dirancang agar ramah bagi seluruh anak, termasuk anak dengan autisme.

Pendiri Regina Art sekaligus produser dan penulis Fantasy Land, Joane Win mengatakan, pertunjukan tersebut lahir dari keinginan menghadirkan ruang seni yang dapat diakses semua anak.

“Fantasy Land lahir dari sebuah mimpi sederhana, yaitu menghadirkan dunia imajinasi dan keajaiban seni teater yang dapat diakses dan dinikmati oleh semua anak, tanpa terkecuali. Kami ingin setiap anak merasa memiliki ruang yang sama untuk menikmati seni dan menjadi bagian dari cerita yang kami hadirkan,” ujar Joane dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Menurut Joane, tema persahabatan dipilih karena menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang anak. Namun, melalui pertunjukan tersebut makna persahabatan diperluas menjadi penerimaan terhadap setiap perbedaan, termasuk bagi anak-anak dengan autisme yang kerap menghadapi tantangan dalam membangun interaksi sosial.

“Anak-anak dengan autisme tidak membutuhkan perlakuan yang berbeda, tetapi membutuhkan lingkungan yang memahami dan menerima cara mereka berkomunikasi maupun mengekspresikan diri. Melalui Fantasy Land, kami ingin menunjukkan bahwa persahabatan tidak mengenal batas, termasuk perbedaan dalam cara berinteraksi,” katanya.

Untuk mendukung pengalaman menonton yang lebih nyaman, penyelenggara melakukan sejumlah penyesuaian pada tata cahaya, tata suara, dan suasana ruang pertunjukan. Penyesuaian tersebut dilakukan tanpa mengurangi kualitas artistik pementasan.

Joane mengatakan, seni tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun empati dan penghargaan terhadap keberagaman.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak yang hadir merasa diterima, dihargai, dan dapat menikmati pertunjukan dengan penuh sukacita. Karena bagi kami, seni bukan hanya tentang pertunjukan, tetapi tentang menciptakan ruang di mana setiap anak merasa menjadi bagian dari cerita,” ujarnya.

Fantasy Land akan dipentaskan pada Sabtu, 18 Juli 2026, dalam dua sesi, yakni pukul 15.00 WIB dan 19.00 WIB di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia. Pertunjukan tersebut dapat disaksikan secara gratis melalui registrasi di platform Indonesia Kaya.

Regina Art berharap pertunjukan ini dapat memperluas pemahaman masyarakat bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk menikmati seni, berekspresi, dan tumbuh dalam lingkungan yang menghargai keberagaman.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research