Pegawai menata produk emas BSI.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga emas terus menanjak di tengah perang yang melibatkan Iran dan Israel. Per 4 Maret 2026, harga logam mulia sudah menyentuh sekitar Rp3,1 juta per gram, atau naik lebih dari 50 persen dalam setahun terakhir. Kenaikan ini mendorong masyarakat kembali melirik emas sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian global.
Lonjakan minat itu tercermin pada bisnis emas di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI). Bank syariah tersebut mencatat jumlah nasabah bullion bank tumbuh 44 persen secara year to date (Januari-Februari 2026). Bahkan, penjualan emas sepanjang 2026 sudah mencapai 58 persen dari total penjualan tahun lalu.
Peningkatan permintaan dinilai tak lepas dari efek berantai ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga emas dunia. Dalam situasi seperti itu, masyarakat cenderung mencari instrumen yang dianggap aman dan stabil.
Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan perseroan telah mengantisipasi lonjakan permintaan tersebut. "Ke depan, kami melihat permintaan emas masih terus meningkat," ujarnya di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
"Untuk itu BSI akan memastikan kesiapan dari sisi persediaan, serta edukasi nasabah agar investasi emas dilakukan secara bertahap dan berorientasi jangka panjang. Dalam kondisi apa pun, BSI selalu melakukan antisipasi atas ketersediaan stok yang memadai dari para supplier serta pengelolaan inventory management yang baik," ucap Anton menambahkan.
Menurut dia, BSI memastikan ketersediaan emas tetap terjaga melalui kerja sama dengan sejumlah pemasok. Bank juga membuka peluang menambah supplier baru dengan mempertimbangkan manajemen risiko.
Dari sisi layanan, kata Anton, pembelian emas dapat dilakukan secara real time melalui superapps BYOND. Masyarakat bisa mulai membeli emas dengan nominal sekitar Rp 50 ribu. Nasabah juga dapat mentransfer saldo emas dalam bentuk gramasi ke sesama rekening emas BSI.
Bagi yang ingin mencetak emas fisik, pengajuan dapat dilakukan lewat aplikasi dan diambil di kantor cabang yang dipilih. Di tengah harga yang terus merangkak naik, lanjut Anton, tren itu menunjukkan emas kembali menjadi pilihan masyarakat untuk menjaga nilai aset, sekaligus memanfaatkan momentum kenaikan harga.

2 hours ago
3












































