Harga Acuan Emas Turun, Kemendag Soroti Pelemahan Permintaan

3 days ago 13

Pedagang mengambil emas perhiasan yang dipilih pembeli di salah satu toko perhiasan emas di Cikini, Jakarta. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut penurunan harga patokan ekspor (HPE) dan harga referensi (HR) komoditas emas pada periode kedua Juli 2026 masih dipengaruhi oleh melemahnya permintaan serta perpindahan dana investor.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana mengatakan meningkatnya yield obligasi telah mendorong perpindahan dana investor ke aset yang dinilai lebih aman dan memberikan imbal hasil.

"Kenaikan yield obligasi dan masih tingginya suku bunga di sejumlah negara maju mendorong investor mengalihkan dana ke aset berbunga. Hal ini berakibat pada melemahnya harga emas dan adanya sebagian investor yang melakukan aksi jual untuk mengamankan keuntungan," ujar Tommy dalam keterangan di Jakarta, Kamis (16/7/2026).

HPE emas periode kedua Juli 2026 ditetapkan sebesar 131.839,51 dolar AS per kilogram. Nilai tersebut turun 2,71 persen dibandingkan periode pertama Juli 2026 yang tercatat sebesar 135.512,62 dolar AS per kilogram.

Sementara itu, HR emas juga turun menjadi 4.100,67 dolar AS per troy ounce (t oz) dari periode sebelumnya yang tercatat sebesar 4.214,92 dolar AS per troy ounce.

HPE dan HR emas ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 1559 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar yang berlaku pada periode 15-31 Juli 2026.

Penetapan HPE dan HR emas dilakukan berdasarkan data dan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengacu pada publikasi London Bullion Market Association (LBMA).

Penetapan tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga berdasarkan informasi, data, dan masukan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Perindustrian.

sumber : Antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research