Para pengunjuk rasa memegang tanda selama protes Hentikan Perang terhadap Iran di luar Balai Kota di Los Angeles, California, AS, 02 Maret 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Militer Amerika Serikat mengerahkan salah satu armada paling besar sepanjang sejarah dalam serangan bersama Israel ke Iran. Biaya yang dikeluarkan negara tersebut guna menggelar serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei tersebut dilaporkan mencapai sekitar 779 juta dolar AS atau sekitar Rp 13,1 triliun.
Operasi perang dengan sandi Epic Fury tersebut diketahui menyebabkan ratusan orang syahid di Iran. Bulan Sabit Merah mengatakan 787 orang tewas dan ribuan lainnya terluka, termasuk 165 anak-anak yang dibunuh Israel dalam serangan ke sekolah putri.
Sejauh ini alasan AS melakukan serangan terus berubah-ubah. Mulanya untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir, kemudian untuk mencegah kemampuan balistik.
Yang terkini, Menteri Luar Negeri AS Mark Rubio bilang di hadapan Kongres bahwa AS terpaksa ikut campur karena Israel berniat lebih dulu menyerang Iran. Presiden AS Donald Trump menyangkal, mengatakan melakukan serangan karena Iran berencana menyerang Israel. Dalam kedua narasi, kepentingan Israel tetap jadi sumbunya.
Bahkan sebelum serangan ke Iran, uang rakyat AS yang dipakai membantu militer Israel melakukan genosida di Gaza sudah tak sedikit. Menurut laporan Biaya Perang tahun 2025 dari Brown University, sejak 7 Oktober 2023, AS telah memberikan bantuan militer kepada Israel sebesar 21,7 miliar dolar AS.
Rekaman menunjukkan gambar sebelum dan sesudah serangan Israel di Jalur Gaza, dari tahun 2023 dan 2025. Video baru ini diambil dari pesawat Yordania yang mengantarkan bantuan, dan dirilis pada 5 Agustus 2025.
Selain itu, pembayar pajak Amerika telah mendanai operasi AS untuk mendukung Israel di Yaman, Iran dan Timur Tengah dengan biaya 9,65 miliar dolar AS hingga 12,07 miliar dolar AS. Hal ini menjadikan total pengeluaran Amerika yang terkait dengan konflik ini mencapai 31,35 miliar dolar AS hingga 33,77 miliar dolar AS, dan terus bertambah.
Dalam serangan ke Iran sejak Sabtu lalu, menurut Anadolu pasukan AS menghabiskan sekitar 779 juta dolar AS atau sekitar Rp 13,1 triliun dengan kurs Rp 16.800 per dollar AS. Angka ini sekitar 0,1 persen dari seluruh anggaran pertahanan AS tahun 2026, selama 24 jam pertama serangannya terhadap Iran, menurut perkiraan dan data yang dikumpulkan oleh Anadolu.

2 hours ago
2












































