REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan keterbatasan kapasitas penyimpanan atau storage menjadi tantangan utama dalam upaya memperbesar cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional. Ia menjelaskan kemampuan daya tampung BBM Indonesia sejak lama hanya berada pada kisaran maksimal 25 hari. Oleh karena itu, standar minimal cadangan nasional berada pada rentang 20 hingga 23 hari.
“Saya sampaikan bahwa kemampuan daya tampung BBM kita sudah sejak lama hanya maksimal 25 hari. Sehingga cadangan nasional kita itu minimal 20 sampai 23 hari,” katanya pada Rabu (5/3/2026).
Menurutnya, publik tidak bisa serta-merta menuntut agar stok diperbesar hingga 60 hari tanpa melihat kapasitas infrastruktur yang tersedia. Persoalannya, kata Bahlil, bukan pada ketersediaan pasokan minyak untuk diisi, melainkan keterbatasan fasilitas penyimpanan.
“Bukan kita tidak punya cadangan untuk mengisi minyak, tapi sekarang mau taruh di mana? Storage kita belum memadai,” ujarnya.
Bahlil mengatakan Presiden telah memberikan arahan agar pemerintah segera membangun fasilitas storage baru guna memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan penambahan infrastruktur tersebut, menurut dia, pemerintah menargetkan cadangan BBM ke depan dapat ditingkatkan hingga mencapai tiga bulan.
Terkait rencana lokasi pengembangan storage, Bahlil mengungkapkan salah satu alternatif terbaik yang pernah dikaji berada di wilayah Sumatera. Pemerintah kini tengah mematangkan langkah lanjutan untuk merealisasikan penambahan kapasitas penyimpanan tersebut.
Bahlil Lahadalia menyampaikan sudah ada investor dari luar negeri untuk membangun storage atau fasilitas penyimpanan minyak mentah (crude) di Indonesia.
“Investasinya sudah ada, investornya sudah ada,” ucap dia.
Ia menyampaikan investor yang nantinya akan terlibat dalam pembangunan storage di Indonesia merupakan campuran antara investor luar negeri dan investor dari dalam negeri. Ia menambahkan investor dari luar negeri itu bukan berasal dari Amerika Serikat (AS).
“Investasinya dicampur dari dalam negeri dan dari luar, tetapi bukan AS. Yang membangun storage swasta,” ucap dia.
Dengan demikian, pihak swasta juga akan terlibat dalam pembangunan storage minyak mentah di Indonesia.
Pembangunan storage minyak mentah bertujuan meningkatkan ketahanan energi Indonesia. Melalui pembangunan storage, pemerintah ingin menambah kapasitas maksimal penyimpanan minyak dari 25–26 hari menjadi 90 hari atau tiga bulan.
“Bapak Presiden (Prabowo Subianto) memberikan arahan agar segera bangun storage. Kita butuh survival. Kalau tidak, nanti kita tergantung terus,” ucap Bahlil.
sumber : Antara

2 hours ago
1












































