Bursa Komoditas Hari Ini Dibuka, Harga Emas Diproyeksikan Langsung Meroket

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI — Harga emas diperkirakan memulai pekan perdagangan baru dengan lonjakan tajam saat pasar Asia dibuka, menyusul meningkatnya risiko geopolitik sepanjang akhir pekan yang mendorong investor memperkuat posisi defensif.

Sejumlah analis mengatakan kepada Gulf News bahwa reaksi awal kemungkinan berupa lonjakan harga (gap up). Namun, keberlanjutan kenaikan tersebut akan bergantung pada apakah investor tetap memperlakukan emas sebagai lindung nilai utama, atau justru aksi beli mereda setelah penyesuaian posisi awal selesai dilakukan.

Mohanad Yakout, analis pasar senior Scope Markets, mengatakan sentimen pembukaan pasar kemungkinan kuat, dengan satu level harga krusial yang akan menjadi penentu arah selanjutnya.

“Emas sangat mungkin dibuka dengan lonjakan kenaikan yang signifikan ketika pasar Asia mulai diperdagangkan, mengingat intensitas eskalasi geopolitik. Level kunci yang perlu diperhatikan adalah 5.600 dolar AS, yang merupakan rekor tertinggi sebelumnya sekaligus menjadi batas psikologis penting,” ujar Yakout.

Menurut dia, pergerakan harga di sekitar level tersebut lebih penting dibandingkan besaran kenaikan awalnya.

“Jika emas hanya sempat menembus level itu lalu kembali turun, maka itu menunjukkan aktivitas lindung nilai jangka pendek. Namun, jika harga menembus 5.600 dolar AS dan bertahan di atasnya dengan minat beli yang berkelanjutan, maka itu mengindikasikan pergeseran yang lebih struktural menuju strategi ‘haven-first’,” katanya.

Level yang Dicermati Pelaku Pasar

Analis lain memandang pergerakan awal emas dari sisi zona resistensi yang berpotensi menentukan arah sesi perdagangan.

Michael Brown, analis riset senior Pepperstone, mengatakan pasar cenderung mengambil posisi defensif saat pembukaan, dengan dua level yang kemungkinan besar menjadi perhatian.

“Sangat jelas emas akan dibuka lebih tinggi karena pelaku pasar mengurangi risiko dan mencari aset aman sebagai respons atas peristiwa geopolitik akhir pekan ini,” ujar Brown.

Ia menambahkan, “Level 5.400 dolar AS per ons, diikuti rekor tertinggi akhir Januari di 5.595 dolar AS per ons, menjadi level penting yang perlu diperhatikan di sisi kenaikan.”

Sementara itu, Vijay Valecha, kepala investasi Century Financial, menilai konfirmasi pergeseran strategi jangka panjang berada di rentang harga yang sedikit lebih rendah.

“Emas kemungkinan memulai perdagangan Asia dengan lonjakan kuat, mencerminkan meningkatnya ketegangan geopolitik dan peralihan ke aset yang lebih aman. Harga akhir pekan sekitar 5.430 dolar AS, naik sekitar 136 dolar AS, menunjukkan pasar memasuki pekan ini dengan lebih berhati-hati,” ujarnya.

Menurut dia, jika emas mampu bertahan di atas 5.450 hingga 5.500 dolar AS, maka hal itu menandakan pergeseran dari lindung nilai jangka pendek menuju strategi aset aman jangka panjang.

sumber : Antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research