REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bos Telegram dan X kompak mengkritisi rencana kebijakan Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, yang akan melarang penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun. Pendiri Telegram Pavel Durov mengatakan rencana kebijakan tersebut berbahaya dan mengancam kebebasan internet.
Dalam unggahan di aplikasi Telegram, Durov memperingatkan bahwa kebijakan tersebut merupakan regulasi baru yang berbahaya yang mengancam kebebasan internet. Telegram, yang dikenal dengan fitur privasinya, memiliki sekitar satu miliar pengguna di seluruh dunia.
"Langkah-langkah ini bisa mengubah Spanyol menjadi negara pengawasan dengan dalih perlindungan. Penerapan kebijakan tersebut akan menyebabkan pengumpulan data secara massal serta sensor," kata Durov seperti dikutip dari France24, Kamis (5/2/2026).
Sementara itu, Elon Musk bereaksi keras terhadap pengumuman Sanchez melalui serangkaian unggahan di platform miliknya, X. Musk menyebut Sanchez sebagai sosok yang kotor, tirani dan pengkhianat rakyat Spanyol, serta fasis totaliter sejati.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, menanggapi kritik tersebut dengah mengutip kata-kata dari novel klasik abad ke-17 "Don Quixote" karya Miguel de Cervantes.
"Biarkan para tekno oligarki menggonggong, Sancho; itu pertanda bahwa kita sedang melaju," kata Sanchez dalam unggahannya di X.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sanchez mengumumkan rencana larangan itu dalam sebuah acara di Dubai, sebagai bagian dari upaya pemerintah Spanyol melindungi anak di bawah umur dari konten berbahaya di media sosial, termasuk kekerasan dan pornografi. Selain rencana pelarangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun, Sanchez juga menyatakan akan mengubah undang-undang Spanyol agar para kepala eksekutif perusahaan teknologi dapat menghadapi tanggung jawab pidana jika gagal menghapus konten ilegal atau ujaran kebencian dari platform mereka.
Sumber Pemerintah Spanyol juga menuding pendiri Telegram telah menggunakan kendali tak terbatas untuk mengirim kebohongan dan serangan kepada semua pengguna di Spanyol. Hal ini menunjukkan kebutuhan mendesak untuk mengatur media sosial dan aplikasi pesan seluler.
Rencana Spanyol untuk melarang penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun muncul setelah Australia menjadi negara pertama yang menerapkan kebijakan serupa pada Desember lalu. Sejumlah negara Eropa, termasuk Prancis, Yunani, dan Denmark, juga tengah mendorong langkah serupa untuk diterapkan di tingkat Uni Eropa.

3 weeks ago
2











































