Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
28 February 2026 17:00
Jakarta, CNBC Indonesia - Memiliki anak tanpa ikatan pernikahan umumnya apalagi di Indonesia bukanlah suatu hal yang lazim. Dalam pandangan masyarakat, pernikahan tetap diposisikan sebagai langkah yang wajib dalam membangun keluarga dan memiliki anak, sejalan dengan ajaran agama serta nilai budaya yang masih kuat.
Namun, kondisi tersebut ternyata tidak berlaku sama di semua negara. Di sejumlah belahan dunia, memiliki anak dari pasangan yang belum terikat pernikahan justru jauh lebih umum.
Dilansir dari Visual Capitalist perbedaan ini terlihat dari data OECD Family Database, yang menunjukkan besarnya persentase bayi yang lahir dari orang tua yang belum menikah secara resmi di berbagai negara.
Terlihat perbedaan yang cukup lebar. Ada negara yang mencatat angka kelahiran di luar pernikahan sangat tinggi, tetapi ada juga yang tetap sangat rendah. Ini menunjukkan bahwa cara masyarakat memandang pernikahan, keluarga, dan kehadiran anak bisa sangat berbeda antara satu negara dengan negara lainnya.
Berikut ini adalah daftar negara berdasarkan persentase kelahiran anak diluar pernikahan kedua orang tua nya.
Kolombia Hingga Meksiko Mencatat posisi Teratas
Negara-negara Amerika Latin tercatat mendominasi posisi teratas dalam daftar negara dengan angka kelahiran anak di luar pernikahan tertinggi. Kolombia menjadi yang paling tinggi dengan persentase mencapai 87%. Setelah itu ada Chile sebesar 78,1%, disusul Kosta Rika 74%, dan Meksiko 73,7%.
Artinya, dari setiap 100 kelahiran, sekitar 70 hingga hampir 90 bayi lahir dari orang tua yang belum terikat pernikahan secara resmi.
Tingginya angka ini tidak lepas dari budaya di banyak negara Amerika Latin yang cenderung lebih menerima pasangan yang hidup bersama dan memiliki anak tanpa harus menikah terlebih dahulu. Dengan kata lain, memiliki anak di luar pernikahan bukan lagi sesuatu yang dianggap tabu secara sosial.
Karena itu, tidak mengherankan jika persentase kelahiran di luar pernikahan di sana menjadi yang tertinggi dibanding banyak negara lain.
Negara Nordik Tak Kalah Tinggi
Selain Amerika Latin, negara-negara Nordik juga mencatat angka kelahiran di luar pernikahan yang cukup tinggi. Islandia berada di angka 69%, Norwegia 61%, Swedia 58%, dan Denmark 55%.
Meski sama-sama tinggi, latar belakangnya berbeda dengan Amerika Latin. Di negara-negara Nordik, sistem perlindungan sosial terhadap anak dan keluarga umumnya sangat kuat. Anak tetap mendapat hak dan perlindungan meski lahir dari orang tua yang belum menikah.
Pernikahan di negara-negara Nordik ini lebih sering dipandang sebagai pilihan pribadi, bukan keharusan sebelum membangun keluarga. Faktor inilah yang ikut membuat angka kelahiran di luar pernikahan tetap tinggi.
Asia Masih Sangat Menjunjung Ikatan Pernikahan
Berbeda dengan Amerika Latin dan negara-negara Nordik, sejumlah negara di Asia justru masih mencatat angka kelahiran di luar pernikahan yang rendah. Jepang misalnya hanya 2,4% dan Korea 4,7%.
Rendahnya angka ini menunjukkan bahwa di banyak negara Asia, memiliki anak masih sangat erat kaitannya dengan ikatan pernikahan. Dalam budaya masyarakat Asia, pernikahan umumnya masih dipandang sebagai langkah penting sebelum membangun keluarga dan memiliki keturunan.
Pandangan ini tidak lepas dari kuatnya nilai budaya, norma sosial, serta pengaruh agama yang masih menempatkan pernikahan sebagai dasar utama dalam kehidupan keluarga. Karena itu, memiliki anak sebelum menikah di banyak negara Asia masih dianggap tidak lazim, bahkan cenderung sensitif untuk dibicarakan secara terbuka.
Kondisi tersebut membuat kelahiran anak dari orang tua yang belum menikah tetap relatif jarang terjadi. Dengan kata lain, di banyak negara Asia, hubungan keluarga masih sangat lekat dengan konsep bahwa pernikahan adalah pintu awal sebelum hadirnya anak.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/evw)
Addsource on Google














































