Berani Lawan Arus Uni Eropa, Presiden Bulgaria Mengundurkan Diri

1 month ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah badai krisis politik yang tak berujung di Sofia, Presiden Bulgaria Rumen Radev kini mengambil langkah paling berisiko dalam karier politiknya dengan memilih turun dari kursi kekuasaan demi bertarung di garis depan.

Sebagai sosok yang dikenal dengan retorika tajam dan sikap tak kenal kompromi terhadap elite korup, pengunduran diri Radev bukan sekadar akhir dari sebuah masa jabatan, melainkan proklamasi perang baru melawan sistem yang menurutnya telah membelenggu masa depan Bulgaria.

Keputusan mengejutkan ini diumumkan Radev pada Senin (19/1/2026), di mana ia menyatakan akan mengajukan pengunduran diri ke Mahkamah Konstitusi pada hari berikutnya. Dalam pidato televisi yang sarat emosi, mantan jenderal Angkatan Udara berusia 62 tahun ini menegaskan bahwa dirinya ingin terjun langsung dalam "perjuangan untuk masa depan" negara. Jika pengadilan menyetujui, ia akan digantikan oleh Wakil Presiden Iliana Iotova, sementara Bulgaria bersiap menghadapi pemilu parlemen kedelapan hanya dalam waktu lima tahun, sebagaimana diberitakan Aljazeera.

Langkah Radev ini menjadi tonggak sejarah karena merupakan pengunduran diri kepala negara pertama di era pasca-komunis Bulgaria. Keputusan ini diambil tepat setelah pemerintahan koalisi berhaluan tengah-kanan, GERB, digulingkan oleh protes antikorupsi besar-besaran pada Desember 2025 lalu. Radev, yang selama ini menjadi pendukung vokal para demonstran, tampaknya melihat celah untuk membentuk partai politik sendiri guna menyatukan kelompok demokrat, baik dari sayap kiri maupun kanan, demi mengakhiri kebuntuan politik.

Popularitas Radev yang mencapai angka 44 persen dalam jajak pendapat terbaru bukanlah hasil dari pencitraan semalam, melainkan buah dari profilnya yang kontras dengan politisi tradisional. Radev lahir di Dimitrovgrad pada tahun 1963 dan meniti karier cemerlang sebagai pilot tempur elit hingga menjabat sebagai Komandan Angkatan Udara Bulgaria. Latar belakang militer ini memberinya citra sebagai sosok yang disiplin, tegas, dan memiliki integritas tinggi di mata rakyat yang mulai muak dengan birokrasi sipil yang korup.

Karier politiknya dimulai pada tahun 2016 ketika ia maju sebagai kandidat independen yang didukung oleh Partai Sosialis. Tanpa pengalaman politik praktis sebelumnya, Radev berhasil memenangkan kursi kepresidenan dengan menjanjikan pembersihan sistem. Gaya bicaranya yang lugas dan berwibawa segera menarik simpati luas, terutama dari kalangan yang merasa terpinggirkan oleh dominasi partai-partai lama seperti GERB yang dipimpin Boyko Borissov.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research