Bellingham Bersitegang dengan Pemain Argentina Usai Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026

3 days ago 18

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kekalahan Inggris dari Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026 tak hanya menyisakan kekecewaan, melainkan juga memicu ketegangan di lapangan. Rekaman dari sudut pandang baru memperlihatkan gelandang Inggris Jude Bellingham terlibat perselisihan dengan sejumlah pemain Argentina sesaat setelah peluit panjang dibunyikan.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB, Inggris harus mengakui keunggulan Argentina dengan skor 1-2. The Three Lions sempat unggul lebih dulu melalui Anthony Gordon pada menit ke-55, tapi Argentina membalikkan keadaan lewat gol Enzo Fernandez pada menit ke-85 dan Lautaro Martinez pada masa injury time.

Kekalahan itu membuat para pemain Inggris terpukul. Bellingham, yang tampil impresif sepanjang turnamen dengan koleksi enam gol, tampak berdiri seorang diri di lapangan sambil menahan kekecewaan setelah pertandingan usai.

Rekaman yang beredar sebelumnya memperlihatkan perselisihan dengan pemain Argentina. Kini, video dari sudut pandang lain yang direkam seorang jurnalis media Spanyol Diario AS memperlihatkan lebih jelas bagaimana insiden itu bermula.

Dalam rekaman tersebut, salah seorang pemain Argentina terlihat lebih dulu menghampiri Bellingham untuk memberikan penghiburan. Tidak lama kemudian, Valentin Barco, yang tidak dimainkan dalam pertandingan, tampak mengatakan sesuatu. Isi ucapannya maupun kepada siapa perkataan itu ditujukan tidak terdengar jelas.

Beberapa saat setelah itu, emosi Bellingham memuncak. Gelandang Real Madrid tersebut berjalan menghampiri Barco dan terlihat menepuk bagian belakang kepala pemain Strasbourg itu.

Barco langsung bereaksi dengan mendorong Bellingham. Situasi semakin memanas ketika bek senior Argentina Nicolas Otamendi ikut mendatangi Bellingham dan mendorong pemain Inggris tersebut.

Sejumlah pemain Argentina kemudian berusaha melerai kedua kubu agar insiden tidak berkembang menjadi perkelahian. Meski sempat dipisahkan, Bellingham dan Otamendi masih terlihat saling mendekat sebelum akhirnya situasi berhasil dikendalikan.

Ketegangan itu terjadi setelah pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi dan diwarnai duel-duel keras. Argentina mampu menjaga ketenangan pada momen-momen krusial, sementara Inggris justru kehilangan kendali permainan setelah unggul.

The Three Lions sempat berada di ambang final setelah Anthony Gordon membawa timnya memimpin pada menit ke-55. Namun, keputusan bermain lebih bertahan membuat Argentina semakin leluasa menguasai pertandingan.

Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil ketika Enzo Fernandez mencetak gol penyama kedudukan melalui tendangan jarak jauh pada menit ke-85. Lautaro Martinez kemudian memastikan kemenangan Argentina lewat sundulan pada menit 90+2 setelah menerima umpan Lionel Messi.

Bellingham yang tampil sebagai salah satu pemain terbaik Inggris sepanjang turnamen tampak tidak mampu menyembunyikan rasa frustrasinya. Seusai pertandingan, ia juga terlihat bereaksi terhadap Jordan Pickford yang sebelumnya melakukan sejumlah penyelamatan penting. Dengan tangan terentang ke arah langit, Bellingham seolah menyesalkan proses terjadinya gol yang bersarang ke gawang Inggris.

Pelatih Inggris Thomas Tuchel mengakui timnya kehilangan kendali setelah unggul lebih dahulu.

"Kami kecewa. Kami sudah sangat dekat, tetapi menjadi terlalu pasif setelah mencetak gol dan membiarkan mereka menciptakan begitu banyak peluang. Kami tidak mampu menguasai bola lagi. Kami tetap menggunakan formasi 4-4-2, tetapi permainan kami semakin pasif. Kami tidak bisa memenangkan bola dan pertandingan berubah sepenuhnya," ujar Tuchel kepada BBC Sport.

Kemenangan tersebut membawa Argentina melaju ke final Piala Dunia 2026 untuk menghadapi Spanyol. Sementara Inggris harus kembali mengakhiri perjuangannya di babak semifinal setelah gagal mempertahankan keunggulan. 

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research