Bayi Nyaris Tertukar di RSHS, Farabi El Fouz Soroti Kelalaian yang Bisa Dicegah

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat yang juga praktisi kesehatan, Farabi El Fouz menyoroti dugaan kelalaian manajemen Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) terkait insiden yang nyaris berujung pada tertukarnya bayi. Ia menilai kejadian tersebut menjadi alarm serius bagi pengelolaan keamanan di fasilitas layanan kesehatan rujukan utama di Jawa Barat itu.

Farabi menegaskan, insiden seperti ini seharusnya dapat dicegah jika standar operasional prosedur (SOP) dijalankan secara ketat dan konsisten. Menurut dia, sistem pengamanan bayi baru lahir, termasuk identifikasi gelang, pengawasan ruang perawatan, hingga kontrol akses keluar-masuk, merupakan hal mendasar yang tidak boleh diabaikan.

“Ini bukan sekadar kelalaian kecil. Ini menyangkut keselamatan dan kepercayaan publik. Rumah sakit besar seharusnya memiliki sistem pengamanan berlapis yang mampu mencegah potensi tertukarnya bayi,” ujar Farabi, Jumat (10/4/2026).

Ia menambahkan, Komisi V DPRD Jawa Barat akan mempertimbangkan untuk memanggil pihak manajemen RSHS guna meminta klarifikasi sekaligus memastikan adanya langkah konkret dalam perbaikan sistem pelayanan dan keamanan.

Ia menilai kejadian tersebut mencerminkan adanya celah dalam sistem pengawasan internal yang perlu segera dibenahi. Menurutnya, setiap prosedur terkait keselamatan pasien, khususnya bayi, harus dilaksanakan tanpa kompromi.

Farabi mendesak manajemen RSHS untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan dan pelayanan, termasuk peningkatan pengawasan internal serta pelatihan ulang bagi tenaga kesehatan dan petugas keamanan. Ia juga menilai pentingnya pemanfaatan teknologi, seperti sistem identifikasi digital dan CCTV yang terintegrasi, guna meminimalisasi risiko serupa di masa mendatang.

Selain itu, ia meminta Dinkes Jabar untuk turun tangan dalam koordinasi terhadap standar pelayanan dan keamanan di rumah sakit tersebut. Menurutnya, pengawasan eksternal diperlukan agar ada perbaikan yang terukur dan berkelanjutan.

Ia berharap insiden ini menjadi momentum pembenahan sistem, bukan sekadar diselesaikan secara administratif tanpa perubahan yang substansial. “Kepercayaan masyarakat adalah hal utama dalam layanan kesehatan. Jangan sampai kejadian seperti ini mencederai rasa aman pasien dan keluarga. Harus ada langkah konkret agar peristiwa serupa tidak terulang,” ucapnya.

Sementara itu, pihak manajemen RS Dr. Hasan Sadikin menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Dalam keterangan resminya, manajemen rumah sakit mengakui adanya ketidaknyamanan yang dialami pasien.

“Sehubungan dengan adanya pemberitaan di media sosial TikTok pada tanggal 8 April 2026 terkait dengan pelayanan kesehatan pada bayi dari Ibu Nina Saleha maka segenap manajemen RSUP Dr. Hasan Sadikin menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas ketidaknyamanan peristiwa yang dialami oleh anak Ibu Nina Saleha selama mendapatkan pelayanan kesehatan di RS Dr. Hasan Sadikin,” tulis keterangan resmi manajemen.

RS Hasan Sadikin mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi. Mereka berjanji akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

"Pada prinsipnya, RS Dr. Hasan Sadikin akan selalu melakukan evaluasi dan peningkatan kemampuan dalam pemberian layanan kesehatan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tulis keterangan resmi tersebut.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research