Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) yang akan menjadi pusat keberangkatan (embarkasi) dan kepulangan (debarkasi) bagi jamaah haji mulai tahun 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG — Wakil Menteri Haji dan Umrah RI (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M berjalan lancar tanpa kendala. Meski demikian, pemerintah tetap menyiapkan sejumlah skenario antisipasi mengingat dampak perang di Timur Tengah yang masih terjadi hingga sekarang.
Dahnil mengatakan, pihaknya telah merancang berbagai skenario guna mengantisipasi kemungkinan dinamika global, termasuk jika ada negara lain yang tidak mengirimkan jamaahnya.“Kami mempersiapkan beberapa skenario, karena kemungkinan ada beberapa negara yang mungkin tidak mengirim jamaahnya,” kata dia dalam acara Konsolidasi Perhajian dan Umrah di Gedung Utama Grand El Hajj Asrama Haji Banten, Kota Tangerang, Selasa (3/3/2026).
Seperti diketahui, ketegangan terjadi usai Iran diserang Amerika Serikat-Israel setelah gagalnya perundingan nuklir. Serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei ini pun membuat Iran menyerang sejumlah aset AS dan Israel di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi yang notabene merupakan tuan rumah dari penyelenggaraan haji.
Dahnil menjelaskan, dinamika tersebut belum membuat adanya penundaan (delay) maupun gangguan dalam tahapan persiapan.“Alhamdulillah sampai dengan detik ini persiapan haji kita belum terkendala sama sekali. Belum ada delay, belum ada gangguan,”ujar dia.
Menurut dia, tahun ini pemerintah menerapkan pola persiapan haji lebih dini. Jika biasanya persiapan dikebut setelah Idul Fitri, kini hampir seluruh komponen teknis sudah dirampungkan jauh hari.
sumber : Antara

3 hours ago
1












































