5 Perusahaan Iran Ini Diincar AS, Diduga Jadi Sumber Dana Militer IRGC

6 hours ago 1

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia

03 April 2026 11:00

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat melalui Departemen Keuangan (OFAC) mengidentifikasi bahwa ekonomi Iran tidak lagi bergerak secara konvensional, melainkan melalui jaringan perusahaan lini depan yang sangat terspesialisasi.

Penargetan terhadap entitas seperti Sahara Thunder muncul karena perusahaan ini dianggap bukan sekadar pedagang komoditas, melainkan departemen logistik terselubung milik Kementerian Pertahanan Iran.

Dengan memberlakukan sanksi pada perusahaan ini, AS berupaya memutus supply chain komponen strategis dan alat utama sistem persenjataan yang sering kali disamarkan sebagai barang sipil.

Namun, tantangan utama bagi Washington adalah sifat dari perusahaan-perusahaan ini yang sangat cair, ketika satu nama masuk dalam daftar hitam, jaringan IRGC dengan cepat akan menggantinya dengan entitas baru di yurisdiksi yang lebih sulit dijangkau.

Paradoks Sanksi dan Dilema Pasokan Minyak Global

Kondisi unik muncul dalam konflik kali ini ketika pemerintah AS sempat memberikan pengecualian atau waiver pada penjualan sekitar 150 juta barel minyak Iran yang sudah berada di lautan.

Kebijakan ini merupakan upaya taktis untuk mencegah lonjakan harga bensin di pasar domestik AS dan global yang terganggu akibat penutupan Selat Hormuz. Meski demikian, pihak Iran cenderung melihat kebijakan pengecualian ini sebagai jebakan intelijen untuk memetakan jalur distribusi mereka.

Oleh karena itu, armada pengapalan seperti Admiral milik keluarga Shamkhani tetap menggunakan taktik "pelayaran gelap" dengan mematikan transponder dan memalsukan dokumen muatan.

Bagi AS, membiarkan minyak Iran mengalir ke kilang "teko" di Tiongkok adalah risiko yang harus diambil demi stabilitas harga, asalkan transaksi keuangannya tetap dipersulit melalui sistem perbankan internasional.

Perburuan Rekening Perwalian di Perbankan Asia

Fokus utama sanksi AS kini juga merambah ke sektor keuangan bayangan yang dikelola oleh Pasargad Financial Group dan jaringan rekening perwalian di Hong Kong serta Tiongkok daratan.

AS menyadari bahwa sanksi terhadap perdagangan fisik tidak akan efektif jika Iran masih bisa mencairkan dana melalui bank-bank kecil yang tidak memiliki eksposur besar ke sistem keuangan Barat.

Melalui kerja sama intelijen finansial, termasuk dengan Uni Emirat Arab, Washington mulai menutup celah-celah rekening yang digunakan untuk membayar kontraktor militer seperti Khatam al-Anbiya dan unit industrinya, Sahand.

Tekanan diplomatik ini bertujuan untuk menciptakan isolasi finansial total, memaksa bank-bank di Asia Timur untuk memilih antara tetap memfasilitasi dana minyak Iran atau kehilangan akses ke sistem kliring dolar AS yang jauh lebih besar.

-

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research