Xpeng Catat Pengiriman 429 Ribu Kendaraan pada 2025, Siapkan Ekspansi Global 2026

5 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perusahaan kendaraan listrik asal China, XPeng Inc., melaporkan pertumbuhan pengiriman kendaraan yang signifikan sepanjang 2025. Perusahaan menyatakan total pengiriman mencapai 429.449 unit atau meningkat 126 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Selain pertumbuhan pengiriman, perusahaan juga mencatat laba bersih kuartalan pertama pada kuartal keempat 2025 dengan nilai lebih dari RMB 380 juta (Rp934 miliar). Kinerja tersebut antara lain didorong penjualan sejumlah model seperti XPeng MONA M03 dan XPeng P7+ yang disebut memiliki performa penjualan kuat di segmennya.

CEO Xpeng, He Xiaopeng, mengatakan pertumbuhan perusahaan tidak hanya berasal dari peningkatan volume penjualan, melainkan juga dari penguatan kemampuan operasional.

“Kami tidak hanya mencapai pertumbuhan skala yang tinggi, tetapi juga peningkatan signifikan dalam kapabilitas operasional. Hal ini menjadi fondasi penting dalam perjalanan kami menuju profitabilitas yang didorong oleh kepemimpinan teknologi,” ujar He Xiaopeng dalam keterangan yang diterima Republika.co.id, pekan ini.

Di pasar internasional, Xpeng mencatat pengiriman sekitar 45.000 unit kendaraan ke luar negeri pada 2025. Angka tersebut disebut berkontribusi lebih dari 15 persen terhadap total pendapatan perusahaan.

Perusahaan juga menekankan pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau physical AI sebagai fokus berikutnya. Salah satu teknologi yang tengah dikembangkan adalah sistem autonomous driving VLA 2.0 yang diklaim memiliki kemampuan berkendara mendekati pengemudi manusia.

“Saat ini, pengalaman berkendara sudah semakin mendekati kemampuan manusia, hingga perbedaannya nyaris tidak terasa bagi penumpang. Kendaraan pun berevolusi menjadi agen physical AI,” kata He Xiaopeng.

Menurut dia, teknologi fully autonomous driving ditargetkan dapat terwujud dalam satu hingga tiga tahun ke depan dan diharapkan dapat digunakan secara lebih luas.

Memasuki 2026, Xpeng juga menyiapkan peluncuran empat model baru untuk pasar global, termasuk SUV enam penumpang XPeng GX yang direncanakan dilengkapi teknologi autonomous driving tingkat lanjut.

Vice Chairman dan President Xpeng, Brian Gu, menyebut pasar internasional menjadi salah satu fokus ekspansi perusahaan. Eropa masih menjadi pasar utama, sementara Asia Tenggara dinilai menunjukkan pertumbuhan yang meningkat, termasuk Indonesia, Thailand, dan Malaysia.

“Eropa tetap menjadi pasar utama kami, disusul Asia Tenggara yang menunjukkan pertumbuhan sangat kuat, termasuk Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Pasar-pasar ini akan menjadi pendorong utama ekspansi global Xpeng,” ujar Brian Gu.

Selain kendaraan listrik, perusahaan juga mengembangkan teknologi lain berbasis kecerdasan buatan seperti robotaxi dan humanoid robot. Xpeng menyatakan telah memperoleh izin uji jalan untuk robotaxi berbasis teknologi VLA 2.0 di Guangzhou dan menargetkan uji layanan penumpang pada paruh kedua 2026. Sementara itu, humanoid robot bernama Iron direncanakan memasuki tahap produksi massal pada akhir 2026.

Untuk mendukung pengembangan teknologi tersebut, perusahaan meningkatkan investasi riset dan pengembangan. Sepanjang 2025, XPENG mengalokasikan sekitar RMB 9,5 miliar (sekitar Rp23 triliun) untuk R&D, termasuk RMB 4,5 miliar (sekitar Rp11 triliun) untuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan. Pada 2026, investasi di bidang physical AI direncanakan meningkat menjadi sekitar RMB 7 miliar (sekitar Rp17 triliun).

Xpeng didirikan pada 2014 dan berfokus pada pengembangan kendaraan listrik pintar berbasis teknologi kecerdasan buatan. Perusahaan ini berkantor pusat di Guangzhou dan terdaftar di Bursa Saham New York serta Bursa Saham Hong Kong.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research