Trump Sebut MBS Penjilat di Depan Forum Investor Saudi

5 hours ago 3

Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump, pada KTT para pemimpin G20 di Osaka, Jepang, 29 Juni 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, MIAMI – Presiden AS Donald Trump terekam melayangkan komentar bernada merendahkan terhadap Pangeran Saudi Muhammad bin Salman (MBS). Ini ia sampaikan di tengah dukungan yang selama ini diberikan Saudi kepada Amerika belakangan.

Dalam rekaman yang dilansir lembaga penyiaran publik AS, C-SPAN, Trump melontarkan hal tersebut dalam pidatonya pada helatan Saudi Investors Forum di Miami pada 27 Maret lalu. 

Dalam pidatonya, Trump kembali merepet soal berbagai capaiannya sebagai presiden AS. Ia kemudian melontarkan banyak puja-puji kepada Pangeran MBS yang saat ini merupakan pemimpin Saudi de facto. 

“Dia memiliki sekitar 700 gelar dan saya katakan bahwa dia memiliki lebih banyak gelar daripada manusia mana pun. Dia pantas mendapatkannya karena dia adalah seorang pemenang.”

Sehebat-hebatnya MBS, kata Trump ia kini harus menjilat AS. “Dia tak menyangka ini bakal terjadi. Dia tak menyangka sekarang harus mencium pantat saya. Dia kira saya seperti presiden Amerika lain yang merupakan pecundan di negara yang sedang terpuruk,” kata Trump menggunakan istilah Inggris yang menggambarkan penjilat.

Video Presiden AS Donald Trump memberikan sambutan di Saudi Investors Forum di Miami, Florida, AS, Jumat (27/3/2026).

Dengan kondisi terkini, Trump menyiratkan MBS mau tak mau harus baik-baik dengan AS. “Serang di harus baik-baik dengan saya. Bilang sama dia sekarang dia harus baik-baik dengan saya,” kata Trump ditingkahi gelak tawa peserta forum.

Dalam pidato itu, ia juga mengeklaim sejumlah negara Teluk akan bergabung dengan skema normalisasi dengan Israel selepas serangan ke Iran yang dilancarkan belakangan. “Saya bilang ‘Muhammad… kami sudah mengalahkan mereka (Iran) dan sekarang kita harus mewujudkan Perjanjian Abraham,” ujar Trump.

Perjanjain Abraham diinisiasi Trump pada periode pertama jabatannya 2020 lalu. Bahrain, Uni Emirat Arab, kemudian Maroko dan Sudan bergabung dalam perjanjian normalisasi dengan Israel yang imbalannya bantuan militer AS tersebut. 

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research