REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI) menerapkan Governance, Risk, and Compliance (GRC) dalam pengambilan keputusan bisnis, mulai dari proses tender hingga pengendalian arus kas. Penerapan manajemen risiko tersebut digunakan untuk mengidentifikasi potensi risiko sejak awal dan menentukan langkah mitigasi dalam kegiatan perusahaan.
Plt. Direktur Utama WKI Bambang Dwi Wijayanto mengatakan GRC tidak hanya ditempatkan sebagai pemenuhan ketentuan, tetapi digunakan dalam proses pengambilan keputusan di tingkat strategis maupun operasional.
"Bagi kami, GRC bukan sekadar pemenuhan kewajiban regulasi. GRC kami integrasikan ke dalam setiap pengambilan keputusan bisnis," ujar Bambang.
Penerapan GRC di WKI antara lain dilakukan melalui review tender berbasis risiko, Komite Manajemen Risiko, Komite Investasi dan Divestasi, sentralisasi pembayaran, serta integrasi indikator risiko dengan indikator kinerja utama (KPI).
Mekanisme tersebut digunakan untuk mengidentifikasi risiko sejak tahap perencanaan, menetapkan mitigasi, dan memantau pelaksanaannya. Pada kegiatan bisnis, manajemen risiko juga menjadi pertimbangan dalam seleksi proyek, pengendalian kontrak, pemantauan arus kas, serta mitigasi risiko kecurangan.
Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor infrastruktur, WKI menghadapi sejumlah risiko, antara lain terkait kontrak, pendanaan, operasional, dan kepatuhan. Pengelolaan risiko diperlukan agar keputusan bisnis mempertimbangkan kemampuan perusahaan menghadapi potensi risiko.
"Manajemen risiko tidak secara langsung menghasilkan pendapatan. Kontribusinya adalah membantu memastikan pendapatan diperoleh dari keputusan dan proyek yang lebih sehat, dengan risiko yang dapat diterima, margin yang dijaga, dan arus kas yang dikendalikan," kata Bambang.
Penerapan tersebut turut mendapat pengakuan melalui ajang TOP GRC Awards 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (9/9/2026). WKI memperoleh predikat TOP GRC Awards 2026 - 4 Stars, meningkat dari predikat 3 Stars pada 2025, sementara Bambang menerima penghargaan The Most Committed GRC Leader 2026.
Menurut Bambang, capaian tersebut menjadi masukan bagi perusahaan untuk terus mengevaluasi penerapan GRC dalam kegiatan bisnis.
"Penghargaan ini menjadi umpan balik bagi kami untuk terus meningkatkan kematangan GRC dan memastikan penerapannya memberi dampak nyata terhadap kualitas keputusan serta keberlanjutan perusahaan," ujar Bambang.

1 hour ago
1

















































