Pantau Sejak Agustus, Bea Cukai Amankan 448 Ribu Batang Rokok Ilegal di Simalungun

4 hours ago 2

Penindakan berawal dari informasi mengenai pola distribusi rokok ilegal.

REPUBLIKA.CO.ID, PEMATANG SIANTAR -- Bea Cukai Pematangsiantar mengamankan 448.300 batang rokok ilegal berbagai merek dalam operasi pemberantasan rokok ilegal di Kabupaten Simalungun, Selasa (8/9/2027). Penindakan tersebut dilakukan setelah petugas mengembangkan informasi yang telah dihimpun sejak Agustus 2025.

Dari penindakan tersebut, petugas mengamankan rokok ilegal dengan perkiraan nilai barang mencapai Rp 665.725.500. Sementara itu, potensi kerugian negara yang berhasil dicegah diperkirakan mencapai Rp 433.781.805.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Pematangsiantar, Enriko Parulian Hutahayan, menjelaskan bahwa penindakan berawal dari informasi mengenai pola distribusi rokok ilegal yang dilakukan langsung oleh pemilik menggunakan kendaraan pribadi.

“Modus yang kami temukan adalah pemilik mengirimkan sendiri rokok ilegal menggunakan mobil pribadi untuk didistribusikan ke warung-warung,” ujar Enriko.

Berdasarkan informasi tersebut, Tim Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Pematangsiantar melakukan pemantauan terhadap sebuah mobil Daihatsu Sigra yang membawa rokok ilegal menuju Pematang Raya. Petugas kemudian melakukan penindakan terhadap kendaraan tersebut.

Tidak berhenti di kendaraan, petugas mengembangkan hasil penindakan dengan menelusuri lokasi yang diduga menjadi tempat penyimpanan rokok ilegal. Penelusuran mengarah ke sebuah gudang di Jalan Besar Sidamanik, Nagori Siborna, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun.

“Penindakan ini merupakan hasil pengembangan informasi yang kami kumpulkan sejak Agustus 2025. Kami terus menelusuri pola distribusi untuk mengungkap peredaran rokok ilegal hingga ke sumbernya,” kata Enriko.

Seluruh barang bukti telah diamankan Bea Cukai Pematangsiantar untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research