REPUBLIKA.CO.ID, MADIUN, – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Madiun melakukan verifikasi atas temuan kasus stunting anak di wilayah setempat. Langkah ini diambil untuk memastikan kondisi faktual di lapangan guna mendapat penanganan lebih lanjut.
Ketua Tim Kerja Kesehatan Ibu, Balita, dan Gizi Masyarakat Dinkes PPKB Kota Madiun Heni Siswati mengatakan, verifikasi dilakukan di dua lokasi, yakni di Jalan Perintis, Kelurahan Kartoharjo dan Jalan Seroja, Kelurahan Oro-oro Ombo. Temuan kasus ini merupakan tindak lanjut dari usulan permasalahan yang disampaikan Kecamatan Kartoharjo.
Usulan tersebut muncul dalam rangka kegiatan Wali Kota Bersama Rakyat yang digelar Pemerintah Kota Madiun. Dalam kegiatan itu, dilaporkan terdapat balita yang diduga mengalami stunting sehingga memerlukan pengecekan lebih lanjut.
"Verifikasi kemudian perlu dilakukan untuk memastikan kondisi faktual di lapangan, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, serta melihat kemungkinan tindak lanjut atas setiap permasalahan yang telah diusulkan," ujar Heni dalam keterangannya di Madiun, Kamis.
Heni menekankan bahwa permasalahan gizi masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama semua elemen, tidak hanya oleh Dinkes PPKB Kota Madiun. Masalah gizi tersebut mencakup kasus gizi buruk, gizi kurang, gizi lebih, hingga stunting. "Kondisi itu memerlukan perhatian dan penanganan bersama secara komprehensif serta berkelanjutan, agar kasus gizi, terlebih stunting di Kota Madiun dapat dicegah dan ditangani dengan baik," tambahnya.
Angka Stunting dan Upaya Intervensi
Berdasarkan data Dinkes PPKB Kota Madiun, kasus stunting saat ini mencapai 5,6 persen atau sebanyak 451 anak. Pemerintah Kota Madiun terus berupaya menekan angka tersebut melalui pemantauan dan berbagai program intervensi.
Di antaranya adalah pemberian makanan tambahan bagi anak stunting, ibu hamil, dan ibu menyusui melalui Dinas Kesehatan. Upaya pencegahan juga gencar dilakukan, seperti pemberian tablet tambah darah pada siswa putri secara berkala.
Selain itu, edukasi pencegahan stunting diberikan kepada calon pengantin putri sebagai bekal pengetahuan untuk mencetak ibu cerdas. Program kampanye Gemarikan (Gemar Makan Ikan) juga digalakkan pada siswa sekolah hingga kader PKK untuk mendukung tumbuh kembang anak yang optimal.
"Melalui kolaborasi dan respons cepat, Pemerintah Kota Madiun terus berupaya memastikan setiap aspirasi masyarakat mendapat perhatian dan tindak lanjut yang tepat," kata Heni.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

12 hours ago
6

















































