Waspada! Rebalancing MSCI Bayangi IHSG Hari Ini

7 hours ago 4

Susi Setiawati,  CNBC Indonesia

27 February 2026 08:50

Jakarta, CNBC Indonesia - Hari ini, 27 Februari 2026, jadi tanggal krusial untuk rebalancing MSCI edisi Februari. Risiko outflow asing tampaknya masih bisa membayangi market hari ini.

Dalam peninjauan kali ini, tiga saham terdampak perubahan komposisi indeks, yakni PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), dan PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO).

PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) resmi keluar dari MSCI Global Standard Index dan turun ke MSCI Small Cap Index. Sementara itu, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) dan PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) harus keluar dari MSCI Small Cap Index.

Secara bobot, porsi ketiga saham tersebut relatif kecil. Bobot INDF di portofolio MSCI tercatat sekitar 1,39 persen dengan estimasi nilai kurang lebih Rp73 miliar. Adapun ACES dan CLEO masing-masing memiliki bobot di bawah 0,20 persen dengan estimasi nilai tidak sampai Rp10 miliar.

Meski demikian, pasar tetap perlu mencermati potensi volatilitas. Tanggal 27 Februari 2026 merupakan hari terakhir sebelum perubahan diberlakukan. Pergerakan harga biasanya paling terasa pada sesi penutupan karena dana pasif melakukan penyesuaian portofolio menjelang akhir perdagangan.

Perubahan tersebut akan resmi efektif pada 2 Maret 2026. Secara komposisi indeks, susunan baru berlaku pada tanggal tersebut. Namun tekanan harga umumnya muncul lebih awal, terutama pada hari penyesuaian seperti hari ini.

Perlu dicatat, rebalancing kali ini hanya berisi saham yang keluar tanpa adanya penambahan saham baru. Kondisi tersebut membuat risiko arus dana keluar lebih dominan dibanding potensi arus dana masuk.

Namun, keluarnya suatu saham dari indeks MSCI tidak serta-merta mencerminkan penurunan fundamental. Dalam banyak kasus, perubahan lebih dipengaruhi faktor teknikal seperti kapitalisasi pasar relatif, free float, maupun penyesuaian metodologi indeks.

Dalam situasi tertentu, tekanan harga akibat aksi dana pasif justru dapat membuka peluang. Ketika valuasi menjadi lebih menarik, ruang untuk strategi trading jangka menengah maupun investasi dapat kembali terbuka.

Pada akhirnya, dinamika keluar dan masuk indeks global merupakan bagian dari siklus pasar. Ada fase penguatan, pelemahan, dan konsolidasi. Yang menjadi kunci bukan sekadar waktu, melainkan momentum ketika sentimen dan valuasi kembali selaras.

Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(saw/saw)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research