Warga Tangerang Resah, Sungai Cisadane Tercemar Zat Kimia, Begini Penjelasan Perumda Tirta Banteng

2 weeks ago 2

Kendaraan melintas jembatan di atas Sungai Cisadane yang menjadi sumber air baku untuk air bersih dan air minum di PDAM Tirta Benteng Tangerang, Neglasari, Tangerang, Banten

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Pencemaran Sungai Cisadane oleh zat Kimia sempat memicu keresahan warga Tangerang. Mereka khawatir air yang digunakan benar-benar tercemar sehingga berbahaya buat Kesehatan.

"Pabrik kimia di serpong kebakaran sungai cisadane kena limbah..makanya PDAM di matikan dlu.Nunggu air kali yg kena limbah pergi dulu. Jgn konsumsi ikan tawar dlu khwatir ikan mati dari kali cisadane. Semoga kita smua selalu dalam lindungan Allah SWT," tulis pesan yang beredar di grup warga.

Raisa (45 tahun) warga Cipondoh sempat khawatir air yang tercemar terlanjur didistribusikan ke warga.  "Ya sudah benar jika distop dulu agar air benar-benar aman," ujarnya kepada Republika. 

Perumda Tirta Benteng (TB) Kota Tangerang, Banten, sempat menghentikan distribusi air. Menurut Perumda, terhentinya distribusi air bersih ke warga karena operasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) ditangguhkan sebagai dampak kebakaran gudang kimia di Serpong yang menyebabkan pencemaran di sungai Cisadane.

"Saat ini pendistribusian air ke pelanggan Kota Tangerang sudah berjalan 95 persen dan bertahap kami normalkan kembali," kata Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng Joko Surana dalam keterangannya di Tangerang, Selasa.

Ia pun tak menampik kejadian pencemaran air baku sungai Cisadane akibat kebakaran gudang bahan kimia di Serpong Tangerang Selatan.

Pada Senin (9/2) pukul 22.00 WIB, air baku sungai Cisadane tercemar limbah kimia berbahaya dengan indikasi bau menyengat, air sungai berminyak dan ikan mati mendadak.

"Langkah awal yang kami lakukan adalah seluruh IPA Perumda TB stop operasi," katanya.

sumber : Antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research