Warga Sulit Cari Gas Melon, Ternyata Dioplos ke Gas 5,5 Kg dan 12 Kg

2 weeks ago 5

Petugas menata barang bukti tabung gas LPG 3 kilogram bersubsidi pada keterangan pers terkait kasus pengoplosan atau penyuntikan gas LPG bersubsidi di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (5/5/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat berhasil membongkar praktik oplos gas tabung elpiji subsidi 3 kilogram (kg) atau gas melon ke gas 5,5 kg dan 12 kg di Jalan Raya Pangalengan, Desa Cikalong, Cimaung, Kabupaten Bandung. Mereka menyebut para pelaku yang telah diamankan beroperasi sejak Maret 2025 hingga saat ini.

Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Jabar Kombes Wirdhanto Hadicaksono mengatakan, petugas menerima laporan pengaduan masyarakat yang mengeluhkan sulit mendapatkan gas elpiji 3 kg kurang lebih satu bulan. Ia menuturkan, petugas Subdit Industri dan Perdagangan (Indag) melakukan penyelidikan dan menggerebek lokasi tempat pengoplosan di Jalan Raya Pangalengan awal Februari.

"Di lokasi petugas mendapati tersangka berinisial AJ sedang memindahkan isi elpiji subsidi 3 kg ke tabung elpiji nonsubsidi ukuran 12 kg dan 5,5 kg," ucap dia, Selasa (10/2/2026).

Ia menuturkan, pelaku memindahkan gas elpiji subsidi ke tabung gas non subsidi menggunakan alat regulator yang dimodifikasi. Dirkrimsus menegaskan bahwa praktik pengoplosan melanggar hukum dan merugikan masyarakat yang membutuhkan.

Setelah dilakukan pengembangan, ia mengatakan pihaknya mengamankan tersangka lain berinisial AS pemilik lokasi sekaligus otak kejahatan.

Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Jabar AKBP Dany Rimawan mengatakan, elpiji subsidi yang disalahgunakan berasal dari enam pangkalan milik tersangka dan keluarganya di wilayah Cikalong dan Cimaung. Tiap bulan tersangka mendapatkan kuota elpiji subsidi 10.080 tabung dari enam pangkalan.

"Sekitar 2.520 tabung per bulan disalahgunakan untuk dipindahkan ke tabung elpiji 5,5 kg dan 12 kg,” kata dia.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research