REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan era menjadikan jamaah haji dan umrah sebagai komoditas harus diakhiri. Menurut Dahnil, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, penyelenggaraan haji tidak boleh berhenti sebagai aktivitas ritual maupun sekadar penggerak ekonomi, melainkan harus menjadi instrumen transformasi bangsa.
"Haji harus menjadi alat transformasi bangsa. Sukses peradaban dan keadaban, begitu kita sering sebutkan," ujar Dahnil saat memberikan sambutan apel dalam acara penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Evaluasi Haji 2026 di Lapangan Makodau I, Jakarta Timur, Senin(6/7/2026).
Dahnil mengatakan, Presiden Prabowo menaruh harapan besar agar ibadah haji mampu melahirkan perubahan dalam kehidupan berbangsa. Menurut dia, sejarah Indonesia menunjukkan banyak tokoh bangsa yang sepulang dari Tanah Suci justru membawa semangat kebangsaan yang semakin kuat."Banyak tokoh bangsa yang kemudian berangkat menunaikan haji, kembali ke dalam negeri, justru membawa semangat kebangsaan yang lebih tinggi,”kata dia.
Ia menyebut sejumlah tokoh seperti Haji Oemar Said Tjokroaminoto, Haji Agus Salim, KH Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah), dan KH Hasyim Asy'ari (Pendiri NU) sebagai contoh pemimpin yang membawa semangat perubahan setelah menunaikan ibadah haji.
"Kita punya tanggung jawab juga untuk memastikan kegiatan perhajian itu bisa memupuk semangat nasionalisme. Semangat haji bisa juga menumbuhkan perbaikan peradaban Indonesia, memperbaiki keadaban rakyat Indonesia,"kata dia.
Karena itu, ia menilai Kementerian Haji dan Umrah memikul amanah besar untuk mengelola impian jutaan umat Islam Indonesia dengan penuh integritas. Dahnil mengungkapkan, Presiden Prabowo secara khusus mengingatkan bahwa Kemenhaj ini harus menjadi institusi yang bebas dari praktik korupsi maupun manipulasi.
"Kalau ada kementerian yang seharusnya tidak boleh ada praktik korupsi, tidak boleh ada praktik manipulasi, itu adalah Kementerian Haji dan Umrah,"ujar dia.
Menurut Dahnil, seluruh aparatur Kementerian Haji dan Umrah mengurus sesuatu yang suci, yakni impian mayoritas umat Islam Indonesia untuk menunaikan ibadah haji. Karena itu, setiap bentuk penyimpangan merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan masyarakat.
Ia pun mengajak seluruh jajaran kementerian memiliki komitmen menghentikan praktik yang menjadikan jamaah haji dan umrah sebagai objek bisnis."Kita ingin menghentikan tradisi atau perilaku jelek yang menjadikan jamaah haji dan umrah sebagai komoditas ekonomi. Jamaah haji dan umrah harus menjadi subjek perubahan, subjek transformasi kebangsaan, transformasi peradaban, dan transformasi keadaban,"kata dia.

1 hour ago
1

















































