Donat Ketan Dicelup Susu Kedelai Jadi Tren Camilan di Korea

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Kombinasi dua makanan tradisional Korea Selatan tengah menjadi tren kuliner musim panas. Donat ketan yang dipotong kecil-kecil lalu direndam dalam susu kedelai dingin atau kongmul ramai dibagikan di media sosial dan menjadi cara baru menikmati dua hidangan yang sudah akrab di masyarakat.

Perpaduan tersebut menghadirkan cita rasa gurih khas susu kedelai dengan manisnya donat yang baru digoreng. Seperti dilansir dari Korea Herald, Selasa (7/7/2026), jenis donat yang paling banyak digunakan adalah kkwabaegi atau donat kepang khas Korea, donat ketan, serta donat isi kacang merah.

Donat bertekstur kenyal ini umumnya dijual dalam keadaan hangat di toko roti maupun pasar tradisional di berbagai wilayah Korea Selatan.

Untuk membuatnya di rumah, cukup menuangkan susu kedelai dingin ke dalam mangkuk, kemudian menambahkan potongan donat. Susu kedelai yang bertekstur lebih kental dinilai memberikan hasil yang lebih nikmat karena menghasilkan sensasi menyerupai krim dan memperkaya cita rasa donat.

Sebagian orang menambahkan sedikit garam atau gula sesuai selera. Namun, banyak pula yang memilih tanpa tambahan pemanis karena lapisan gula pada donat sudah dianggap cukup memberikan rasa manis.

Karena donat kepang cepat menyerap cairan dan menjadi lembut, camilan ini disarankan segera disantap setelah disajikan.

Susu kedelai merupakan minuman yang mudah ditemukan di Korea Selatan, baik di supermarket, pasar tradisional, maupun toko daring. Permintaannya biasanya meningkat pada musim panas, ketika masyarakat juga gemar menikmati kongguksu, mi dingin yang disajikan dengan kuah susu kedelai sebagai menu pelepas dahaga.

Meski kini viral di media sosial, perpaduan susu kedelai dan adonan goreng sebenarnya bukan hal baru di Korea Selatan. Di Kota Daegu, terdapat hidangan tradisional bernama kongguk, yaitu susu kedelai hangat yang disajikan bersama potongan adonan goreng dari tepung ketan dan tepung terigu, kemudian diberi taburan bubuk kedelai serta kuning telur.

Hidangan tersebut telah dikenal sejak dekade 1960-an. Kemunculannya dipengaruhi oleh kuliner Tionghoa yang dibawa para imigran yang menetap di Daegu. Sajian ini disebut memiliki kemiripan dengan doujiang dan youtiao dari Cina, meski versi Daegu memiliki tekstur lebih kental dengan cita rasa kacang kedelai yang lebih kuat.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research