REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta (PkM UMJ) menggelar “Penguatan Upaya Pencegahan ISPA pada Anak Usia Dini’’ di TK Islam Kamila Insan Cita.
Ini dilakukan melalui kegiatan interaktif Pengenalan ISPA berbasis Digi-ISPA-Kit. Selain itu seluruh siswa diperkenalkan dengan Sistem Saluran Pernapasan Manusia menggunakan manekin di TK Islam Kamila Insan Cita, Sawangan, Depok, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan ini menunjukkan komitmen nyata UMJ, yakni berdampak kepada masyarakat. Acara yang dihadiri siswa ini bertujuan memberikan pemahaman dasar kepada anak-anak mengenai pentingnya menjaga kesehatan saluran pernapasan.
Selain itu, mengenalkan organ-organ pernapasan dengan cara yang sederhana dan menyenangkan.
Edukasi dilakukan dengan metode interaktif menggunakan video serta menggunakan manekin pengenalan sistem saluran pernapasan manusia agar mudah dipahami oleh peserta didik usia dini.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak dikenalkan dengan organ pernapasan seperti hidung, tenggorokan, dan paru-paru, serta bagaimana cara kerja sistem pernapasan dalam tubuh manusia.
Selain itu, mereka juga diberikan pemahaman tentang ISPA, gejala yang sering muncul seperti batuk dan pilek, serta cara pencegahannya. Tim ini diketuai oleh tim dosen Thresya Febrianti, SKM, M.Epid.
Ia mengatakan, pendidikan kesehatan yang dilakukan sejak usia dini tentunya akan bisa menanamkan kebiasaan hidup sehat dan memberikan pengalaman bermakna dalam pengalaman kehidupan anak usia dini tentang menjaga kesehatan.
Menurut dia, tim PkM mengimplementasikan pendekatan praktis agar edukasi kesehatan dilakukan dengan menarik menggunakan media edukasi seperti Digi-ISPA-Kit yang terdiri atas modul ISPA, leaflet tentang ISPA, Pin Anak Sehat dan permainan ular tangga dengan tema ISPA.
“Kami membawa pendekatan edukasi interaktif dan konteksual untuk anak usia dini. Permainan ular tangga ini dirancang khusus untuk pengenalan ISPA dan pencegahan ISPA sehingga permainan ular tangga ini bisa digunakan dan dimainkan siswa di rumah bersama orangtuanya,’’ ujarnya.
Selain Thresya, tim juga diperkuat Dr Mizna Sabilla, SKM, M.Kes, Dr Viarti Eminita, S.Si., M.Si, serta tiga mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UMJ Zahwalia Putri, Novi Oktavia Rahayu, dan Syifa Fauziah.
Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Anak-anak berpartisipasi dalam sesi tanya jawab dan praktik sederhana yang diberikan.
Guru-guru TK Islam Kamila Insan Cita juga menyambut baik kegiatan ini karena dinilai memberikan manfaat nyata dalam mendukung pembelajaran kesehatan di sekolah.
Tim PkM UMJ berharap dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa dan sekolah dalam pencegahan ISPA pada anak usia dini dan lingkungan sekolah. Selain itu diharapkan kegiatan ini dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan di Indonesia.
Kegiatan ini juga selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), mendukung pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, serta sejalan dengan program Asta Cita Pemerintah.
Kepala sekolah TK Islam Kamila Insan Cita, Kusmiyati,S.Pd, menegaskan komitmen sekolah dalam mendukung upaya pencegahan penyakit dan menciptakan lingkungan sekolah yang sehat.
Kegiatan edukasi kesehatan ini, jelas dia, sangat bermanfaat bagi siswa dan sekolah. Pihak sekolah mendukung kegiatan-kegiatan selanjutnya seperti edukasi ke guru dan orang tua. ‘’Agar sekolah juga bisa memberikan kontribusi nyata dalam pencegahan ISPA dan menciptakan lingkungan sekolah yang sehat untuk peserta didik,” ujarnya.
Program ini terselenggara berkat dukungan Hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026 dengan Nomor Kontrak Induk 206/C3/DT.05.00/PM/2026 (13 April 2026); Nomor Kontrak Turunan 0696/LL3/DT.06.01/2026 dan 354/R-UMJ/IV/2026 (27-29 April 2026).

7 hours ago
3

















































