Siapa Cai Qi? Sosok di Balik Kendali Akses, Keamanan dan Kekuasaan China

19 hours ago 4

Amalia Zahira,  CNBC Indonesia

04 May 2026 16:10

Jakarta, CNBC Indonesia - Saat Presiden China Xi Jinping menerima tamu negara, satu sosok hampir selalu duduk di samping kanannya. Ia tenang, jarang bicara, tapi menentukan segalanya. Sosok ini adalah Cai Qi.

Meski bukan pejabat nomor dua secara formal, Cai Qi kerap disebut sebagai sosok paling berpengaruh kedua setelah Xi Jinping. Hal ini tercermin dari luasnya tanggung jawab strategis yang ia emban.

Disamping tugas-tugas formalnya, peran Cai Qi dalam struktur kekuasaan Xi jauh lebih kompleks dan strategis.

Namun, kekuatannya bukan tanpa batas. Justru sebaliknya, ia adalah contoh bagaimana Xi membangun sistem kekuasaan yang presisi. Cai Qi dibuat cukup kuat untuk menopang, tapi tidak cukup kuat untuk menyaingi.

Membelah Kekuasaan: Kuat, Tapi Tidak Dominan

Tingkat kekuasaan Cai Qi sudah dari awal diatur oleh Xi dengan menempatkannya pada kekuasaan partai. Sementara untuk bagian pemerintahan, Xi menunjuk Li Qiang sebagai kepala Dewan Negara Tiongkok (State Council of China).

Pembagian pusat kekuasaan ke dalam dua poros ini dilakukan Xi untuk mencegah munculnya figur "nomor dua" yang terlalu kuat. Menurut Wu Guoguang, mantan penasihat politik pemerintah China yang kini menjadi akademisi di Stanford University, posisi nomor dua justru merupakan yang paling berpotensi menantang pemimpin utama.

Pembagian ini menciptakan keseimbangan internal. Cai Qi kuat dalam kontrol politik, Li Qiang dominan dalam administrasi. Tidak ada satu figur pun yang menguasai keduanya sekaligus, sehingga keduanya tetap bergantung pada Xi sebagai pusat kendali.

Kekuatan Tanpa Basis: Naik Cepat, Bergantung Penuh

Selain penjatahan kekuasaan yang dilakukan Xi, kekuatan Cai Qi juga dibangun oleh Xi. Cai Qi tidak memiliki jaringan politik luas, sehingga karirnya yang meroket besar diakibatkan oleh kedekatannya dengan Xi.

Sejak ia dibawa oleh Xi ke Beijing pada 2014 dan bergabung dengan Komisi Keamanan Nasional , ia berhasil menembus jajaran elite Politburo (25 pemimpin teratas partai) tanpa melalui jalur konvensional hanya dalam waktu tiga tahun.

Presiden China Xi Jinping (kanan) dan Cai Qi, pejabat tinggi Partai Komunis, bertepuk tangan saat pertemuan dengan sekelompok eksekutif asing di Balai Besar Rakyat di Beijing pada 28 Maret 2025. (Photo by ADEK BERRY / AFP/File Foto)Foto: Presiden China Xi Jinping (kanan) dan Cai Qi, pejabat tinggi Partai Komunis, bertepuk tangan saat pertemuan dengan sekelompok eksekutif asing di Balai Besar Rakyat di Beijing pada 28 Maret 2025. (AFP/ADEK BERRY)

Ia kemudian menjadi walikota dan selanjutnya menjadi ketua partai Beijing. Ketika menjabat, ia menunjukkan diri sebagai eksekutor yang tegas dalam menangani polusi udara, mengelola ibu kota saat pandemi, hingga menjalankan kebijakan kontroversial seperti penertiban pekerja migran. Lebih dari itu, ia dikenal sebagai pendukung garis keras loyalitas terhadap Xi.

Namun justru karena kenaikannya yang cepat, Cai Qi tidak memiliki basis kekuasaan independen. Ia tidak punya faksi, tidak memiliki jaringan loyalis yang kuat, dan tidak berdiri di atas fondasi politik sendiri. Seluruh otoritasnya hanya berasal dari kepercayaan Xi.

Dekat dengan Kekuasaan, Tetap Rentan Dijatuhkan

Meski berada di lingkaran paling dalam, posisi Cai Qi tidak sepenuhnya aman. Dalam beberapa tahun terakhir, Xi Jinping menunjukkan bahwa bahkan orang-orang yang ia angkat sendiri pun dapat disingkirkan, termasuk pejabat militer senior.

Di sisi lain, Xi juga menghadapi keterbatasan dalam menemukan figur baru yang benar-benar dapat dipercaya. Hal ini membuat tokoh seperti Cai Qi tetap relevan, setidaknya untuk saat ini. Ia teruji memiliki pengalaman, loyalitas, dan efektivitas.

Namun dalam sistem yang dibangun Xi, keseimbangan dijaga melalui ketidakpastian. Cai Qi cukup kuat untuk menjalankan peran strategis, tetapi tetap berada dalam batas yang tidak mengancam. Kedekatannya dengan Xi adalah sumber kekuatan terbesar sekaligus kerentanan utamanya.

(mae/mae)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research