Hari Menegangkan: Pertumbuhan Ekonomi Dirilis, Purbaya-OJK Buka Suara

4 hours ago 1
  • Pasar keuangan Indonesia ditutup beragam, bursa saham menguat sementara rupiah masih ambruk
  • Wall Street ambruk berjamaah setelah ketegangan perang Iran meningkat lagi
  • Perkembangan perang, data pertumbuhan hingga perkembangan ekonomi akan menjadi penggerak pasar hari ini

Jakarta, CNBC Indonesia- Kinerja pasar keuangan dalam negeri ditutup beragam pada awal pekan ini. Pasar saham mulai menguat sementara rupiah masih ambruk.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan akan menghadapi tekanan besar pada hari ini karena kembali memanasnya perang dan harga minyak. Selengkapnya mengenai proyeksi pasar keuangan Indonesia bisa dibaca pada halaman 3 artikel ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nyaris ditutup di zona merah pada perdagangan Senin (4/5/2026).
IHSG melaju kuat pada awal perdagangan hari ini hingga naik lebih dari 1%. Akan tetapi pada akhir sesi 1, penguatan IHSG terpangkas menjadi 0,31%.

Pada awal sesi 2, IHSG sempat menyundul zona merah tetapi berhasil memantul kembali. Jelang akhir sesi 2 IHSG sempat koreksi ke level 6.946,06.

Akan tetapi akhirnya IHSG ditutup menguat 0,22% atau 15,15 poin ke level 6.971,95. Sebanyak 376 saham turun, 340 naik, dan 243 tidak bergerak.

Nilai transaksi tergolong ramai, yakni Rp 21,03 triliun. Akan tetapi tercatat ada transaksi Rp 5,24 triliun saham Pinago Utama (PNGO) melalui pasar negosiasi.

Langkah berat IHSG  dibayangi oleh saham GOTO. Emiten ojek online (ojol) tersebut turun 5,56% ke level 51 dan menjadi satu penyumbang utama yang menahan laju IHSG.

Sementara itu ada tiga saham yang menjadi pendorong utama, yakni Telkom Indonesia (TLKM) 8,35 poin, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) 7,84 poin, dan Barito Renewables Energy (BREN) 5,16 poin.

Beralih ke pasar valas, nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan awal pekan, Senin (4/5/2026).

Melansir data Refinitiv, rupiah mengakhiri perdagangan di zona merah dengan pelemahan sebesar 0,35% ke posisi Rp17.365/US$. Posisi ini sekaligus menjadi level penutupan terlemah rupiah sepanjang masa yang baru.

Dengan pelemahan hari ini, rupiah juga tercatat sudah melemah dalam empat hari perdagangan beruntun.

Sementara itu, indeks dolar AS atau DXY per pukul 15.00 WIB terpantau bergerak menguat ke level 98,242.

Pergerakan rupiah pada perdagangan pertama pekan ini dipengaruhi oleh kombinasi sentimen domestik dan eksternal.

Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi April 2026 sebesar 0,13% secara bulanan (month-to-month/mtm). Sementara itu, inflasi tahun kalender tercatat mencapai 1,06% (year-to-date/ytd) dan inflasi tahunannya mencapai 2,4% (year-on-year/yoy).

Tekanan inflasi terutama didorong oleh kenaikan harga di sektor transportasi. Kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 0,99% dengan andil 0,12% terhadap inflasi bulanan. Selain itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran juga mencatat inflasi sebesar 0,69% dengan andil 0,07%.

Tingginya inflasi di sektor transportasi tidak terlepas dari kenaikan tarif tiket pesawat serta penyesuaian harga BBM nonsubsidi pada bulan tersebut. Kenaikan harga energi ini ikut dipengaruhi oleh tren harga minyak mentah dunia yang masih terkerek akibat perang di Timur Tengah.

Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun stagnan di 6,829%.

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research