REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — International Global Network (IGN) merayakan satu dekade kiprahnya dengan memperluas strategi pendidikan global berbasis kepemimpinan dan diplomasi bagi generasi muda. Organisasi pendidikan internasional ini menilai akses terhadap pengalaman global perlu semakin dekat dan inklusif.
Sejak berdiri 10 tahun lalu, IGN mengembangkan pendekatan pendidikan yang menekankan pemikiran kritis, komunikasi terstruktur, kolaborasi lintas budaya, serta kepemimpinan yang bertanggung jawab. Pendekatan tersebut diwujudkan melalui berbagai program, termasuk konferensi Model United Nations (MUN), akademi, dan pelatihan kepemimpinan.
President of International Global Network Muhammad Fahrizal mengatakan, satu dekade perjalanan IGN bukan hanya mencatat capaian organisasi, tetapi juga proses tumbuhnya aspirasi generasi muda. “10 tahun ini bukan hanya tentang apa yang telah kami capai, tetapi tentang mimpi anak muda yang tumbuh bersama kami,” ujar Muhammad Fahrizal dalam siaran pers, Jumat (30/1/2026).
Dalam praktik pembelajarannya, IGN menempatkan peserta sebagai kolaborator dalam diskusi isu global. Melalui simulasi diplomasi, peserta dilatih bernegosiasi, menyampaikan gagasan, dan memahami bahwa kepemimpinan ditentukan oleh karakter, bukan posisi.
Selama satu dekade, konferensi IGN telah diselenggarakan di berbagai negara dan melibatkan ribuan delegasi dari Asia, Timur Tengah, Afrika, Eropa, Amerika, hingga Australia. Sejumlah alumni IGN tercatat aktif sebagai pemimpin organisasi sekolah, penerima beasiswa, mentor, relawan, serta pembicara di forum nasional dan internasional.
Memasuki dekade berikutnya, IGN meluncurkan AYIMUN Chapter sebagai inisiatif Model United Nations berbasis regional. Program ini dibentuk untuk membawa pengalaman MUN lebih dekat ke komunitas pelajar melalui skala yang lebih intim, berkelanjutan, dan berbasis pendampingan.
AYIMUN Chapter memungkinkan peserta membahas isu regional dan global secara berkelanjutan sekaligus mempersiapkan mereka untuk berpartisipasi di forum nasional dan internasional. Pendekatan ini dinilai dapat memperluas dampak pendidikan diplomasi secara lebih merata.
IGN juga mengumumkan rencana penyelenggaraan konferensi internasional di dua lokasi strategis, yakni Maldives dan Geneva. Asia World Model United Nations di Maldives direncanakan berlangsung dengan dukungan Pemerintah Maldives dan dijadwalkan dihadiri Presiden Maldives Mohamed Muizzu.
Sementara itu, AYIMUN Geneva akan diselenggarakan di Palais des Nations, pusat diplomasi internasional dan lokasi pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Konferensi ini diharapkan memberi pengalaman langsung bagi generasi muda dalam memahami proses pengambilan keputusan global.
“Dekade berikutnya adalah tentang memperluas dampak, melahirkan pemimpin yang siap berkontribusi mulai dari daerahnya hingga ke tingkat global,” kata Muhammad Fahrizal.

1 month ago
3











































