Rusia akan Kirim Kapal Tanker Kedua Pasok Minyak ke Kuba

1 hour ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Rusia akan kembali mengirimkan kapal tanker dan memasok minyak ke Kuba. Sebelumnya Moskow telah mengerahkan satu kapal tankernya untuk menyuplai 100 ribu ton minyak ke Havana. 

Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilyov mengungkapkan, pada Rabu (1/4/2026) lalu, digelar sebuah pertemuan yang dihadiri perwakilan Pemerintah Kuba di St Petersburg. Dalam pertemuan tersebut, dibahas soal blokade pasokan minyak yang dihadapi Kuba sejak Amerika Serikat (AS) menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro.

"Kuba berada di bawah blokade total. Mereka telah terputus. Dari mana pengiriman minyak itu berasal? Sebuah kapal Rusia menerobos blokade," kata Tsivilyov menyinggung tentang pengiriman kapal tanker pertama Rusia ke Kuba, Kamis (2/4/2026), dikutip laman kantor berita Rusia, TASS

Tsivilyov menambahkan, Rusia akan mengirimkan kapal tanker kedua ke Kuba. "Sekarang kapal kedua sedang dimuat. Kami tidak akan membiarkan Kuba terlantar," ujarnya.

Pada 30 Maret 2026, Kementerian Transportasi Rusia melaporkan bahwa kapal tanker Anatoly Kolodkin yang membawa 100 ribu ton minyak sebagai bantuan kemanusiaan telah tiba di Kuba. Bantuan Rusia tersebut disambut oleh Havana.

Kuba menghadapi penyusutan drastis pasokan minyak sejak AS menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro pada 3 Januari 2026 lalu. Venezuela merupakan penyuplai minyak utama Kuba.

Sejak itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan dukungan terhadap Delcy Rodriguez yang menjadi presiden sementara Venezuela dan menghentikan pasokan minyak ke Kuba. Pada 29 Januari 2026, Gedung Putih menandatangani dekret yang memungkinkan Washington mengenakan tarif bea cukai pada barang-barang dari negara-negara yang memasok minyak ke Kuba.

Akibat minimnya suplai minyak, Kuba harus mengadapi pemadaman listrik massal dan berskala besar alias blackout.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research