Gubernur Maluku Dorong Sinkronisasi SDA untuk Pertahanan Maritim

4 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON, – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyoroti pentingnya sinkronisasi kebijakan pembangunan daerah dengan pengelolaan sumber daya alam (SDA) untuk memperkuat pertahanan maritim Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Lewerissa saat di Ambon, Kamis.

Lewerissa menekankan bahwa kekuatan pertahanan bersifat semesta, di mana pengelolaan perikanan, konektivitas wilayah, dan kesejahteraan masyarakat pesisir merupakan bagian dari sistem pertahanan. Sinkronisasi ini diupayakan melalui integrasi kebijakan ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan penguatan keamanan laut dalam strategi nasional berbasis maritim.

Pemerintah Provinsi Maluku telah menerapkan langkah strategis seperti pengembangan kawasan pelabuhan terpadu untuk memperkuat logistik dan mobilitas, meningkatkan konektivitas antar pulau guna menekan biaya distribusi, serta mengoptimalkan potensi perikanan di Laut Banda, Laut Seram, dan Laut Arafura.

Lebih lanjut, pengelolaan sumber daya diarahkan untuk mendukung ekonomi biru melalui praktik perikanan berkelanjutan, penindakan tegas terhadap penangkapan ikan ilegal, serta pemberdayaan masyarakat pesisir. Transformasi kawasan perbatasan, termasuk 19 pulau kecil terluar di Maluku, juga menjadi prioritas untuk menjadi pusat pertumbuhan baru.

"Kawasan perbatasan harus kita ubah menjadi sabuk kemakmuran. Dengan pembangunan terintegrasi, wilayah ini tidak hanya menjadi titik pertahanan, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi," ujar Lewerissa.

Sinkronisasi ini diperkuat dengan kolaborasi lintas sektor, termasuk kerja sama dengan TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan laut dan mendukung pembangunan wilayah. Posisi geografis Maluku yang berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) III menjadikan wilayah ini strategis dalam konteks geopolitik dan keamanan nasional.

Namun, Lewerissa mengakui adanya tantangan seperti praktik penangkapan ikan ilegal, kerusakan lingkungan laut, serta ketimpangan pembangunan akibat tingginya biaya logistik. "Kita menghadapi paradoks, kekayaan laut yang besar belum sepenuhnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Di sinilah pentingnya sinkronisasi kebijakan agar manfaatnya dirasakan langsung," tegasnya.

Dalam penutup, Lewerissa menyatakan bahwa arah pembangunan Maluku akan difokuskan pada penguatan kedaulatan dan kesejahteraan berbasis maritim. "Kita tidak hanya membangun ekonomi, tetapi juga memperkuat garis pertahanan bangsa. Laut adalah ruang hidup sekaligus ruang strategis yang harus dijaga bersama," pungkasnya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research