Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif

5 hours ago 1

Udara Jakarta tak sehat bagi kelompok sensitif.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Kualitas udara di Jakarta pada Jumat pagi tercatat tidak sehat bagi kelompok sensitif. Masyarakat disarankan untuk mengenakan masker saat berada di luar rumah, menurut data terbaru dari laman IQAir pada pukul 05.00 WIB.

Berdasarkan pengukuran IQAir, kualitas udara di Jakarta mencapai poin 115 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 41 mikrogram per meter kubik, yang berarti 8,2 kali lebih tinggi dari nilai panduan kualitas udara tahunan yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

PM 2,5 adalah partikel berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron yang terdapat di udara, termasuk debu, asap, dan jelaga. Paparan jangka panjang dari partikel ini dapat meningkatkan risiko kematian dini, terutama pada individu dengan penyakit jantung atau paru-paru kronis.

Rekomendasi kesehatan terkait dengan kualitas udara saat ini meliputi penggunaan masker bagi kelompok sensitif, menghindari aktivitas di luar ruangan, menutup jendela untuk mencegah masuknya udara kotor, dan menggunakan penyaring udara.

Langkah Pemprov DKI Jakarta

Jakarta tercatat memiliki kualitas udara terburuk kelima di Indonesia, setelah Serpong (165), Tangerang Selatan (142), Surabaya (142), dan Bandung (122).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan respons cepat untuk menanggulangi pencemaran udara, terutama selama musim kemarau yang diprediksi berlangsung dari Mei hingga Agustus. Langkah-langkah tersebut meliputi peningkatan kualitas sistem pemantauan dan uji emisi kendaraan bermotor.

Selain itu, Pemprov DKI juga sedang mengevaluasi Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU), yang mencakup analisis tren PM 2,5, beban emisi per sektor, dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Pengendalian pencemaran udara di Jakarta memerlukan aksi kolaboratif lintas wilayah dan antar organisasi perangkat daerah.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research