Pemerintah Dorong Gerakan Hemat Energi, Ini Respons Toyota

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyatakan upaya penghematan energi yang dijalankan pemerintah lewat kebijakan transformasi budaya kerja menjadi momentum penting untuk mempercepat inovasi di industri otomotif dalam penggunaan teknologi ramah lingkungan. Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam menegaskan transformasi menuju kendaraan yang lebih efisien kini semakin nyata dan akan terus diperkuat melalui pengembangan berbagai teknologi.

Menurut Bob, pihaknya saat ini tengah mengakselerasi transformasi menuju produk yang lebih hemat energi, seiring dengan tuntutan efisiensi dan keberlanjutan, terutama di tengah tekanan global. Ia menilai setiap generasi kendaraan yang diproduksi terus mengalami peningkatan efisiensi yang signifikan.

“Kita harus mengakselerasi transformasi industri otomotif ke produk-produk yang lebih efisien. Walaupun sekarang setiap generasi juga diupayakan untuk peningkatan efisiensi,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Ia mencontohkan, efisiensi kendaraan konvensional saat ini sudah mampu menyamai teknologi hybrid generasi awal. Bahkan, perkembangan teknologi hybrid juga semakin mendekati performa plug-in hybrid pada generasi sebelumnya.

“Misalnya Zenix ICE efisiensi energinya sudah sama dengan Prius hybrid generasi pertama. Jadi, yang konvensional sekarang sudah sama dengan Prius generasi pertama. Kemudian hybrid-nya Zenix ini sudah sama dengan plug-in hybrid Prius generasi pertama,” jelasnya.

Bob menambahkan transformasi menuju kendaraan yang lebih efisien sebenarnya sudah berlangsung, namun ke depan diharapkan akan semakin masif.

Ia menekankan pentingnya tidak bergantung pada satu teknologi saja, melainkan mengombinasikan berbagai solusi energi.

“Jadi sebenarnya sudah ada transformasi ke yang lebih efisien. Kita harap nanti akan lebih masif lagi, terutama bukan hanya tergantung satu teknologi, tetapi mungkin dua teknologi seperti hybrid dan etanol,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penggunaan etanol sebagai sumber energi alternatif juga memiliki dampak ekonomi yang luas, khususnya bagi sektor pertanian. Hal ini dinilai dapat meningkatkan nilai tambah bagi petani sekaligus mendukung efisiensi energi.

“Itu juga bisa meningkatkan efisiensi. Kalau etanolnya dari produk petani, sekaligus juga meningkatkan nilai tukar petani,” ujarnya.

Ke depan, kombinasi teknologi dan sumber energi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi kendaraan secara signifikan. Bob optimistis inovasi yang terus berkembang akan mendorong efisiensi konsumsi energi menjadi lebih tinggi dibandingkan saat ini.

“Jadi kombinasi-kombinasi seperti inilah yang nanti kita coba kembangkan ke depan supaya kita lebih efisien lagi,” katanya.

sumber : Antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research