REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar Diseminasi Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UBSI 2025. Kegiatan ini sebagai bentuk publikasi capaian akademik dosen sekaligus penguatan kolaborasi riset di lingkungan kampus. Publikasi berlangsung secara hybrid dengan pusat acara di UBSI kampus Kramat 98 Jakarta dan diikuti serentak oleh kampus PSDKU UBSI di Tasikmalaya, Sukabumi, Tegal, Banyumas, Yogyakarta, dan Pontianak pada Rabu (28/1/2026) lalu.
Kegiatan ini bertujuan mempublikasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan sepanjang tahun pendanaan 2025. Forum ini juga menjadi ruang berbagi praktik antar dosen, memperkuat sinergi lintas kampus, serta mendorong peningkatan kualitas luaran akademik yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Acara dibuka oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik UBSI, Diah Puspitasari. Dia menegaskan riset dan pengabdian merupakan bagian penting dari peran perguruan tinggi.
“Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat bukan hanya kewajiban akademik, tetapi juga wujud nyata kontribusi dosen UBSI dalam menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan. Kami sangat mengapresiasi dedikasi para dosen yang terus menghasilkan karya dan inovasi sepanjang tahun 2025,” ujarnya dalam kerangan tertulis di Jakarta, Senin (9/2/2026).
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong integrasi teknologi dalam penelitian dan pengabdian. Dengan begitu, output yang dihasilkan tidak hanya relevan secara akademik tetapi juga adaptif terhadap perkembangan digital dan kebutuhan industri.
Selanjutnya, laporan capaian penelitian dan pengabdian disampaikan oleh Ketua LPPM UBSI, Agus Junaidi. Ia memaparkan peningkatan signifikan baik dari sisi kuantitas maupun kualitas luaran akademik dosen.
“Pada tahun pendanaan 2025, luaran penelitian dan pengabdian dosen UBSI mencakup publikasi ilmiah di jurnal nasional dan internasional, prosiding, buku ajar, prototipe, paten, hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah. Tren ini menunjukkan komitmen kuat UBSI dalam membangun budaya riset dan inovasi yang berkelanjutan,” kata Agus.
Pelaksanaan kegiatan secara hybrid memungkinkan partisipasi luas dari dosen di berbagai wilayah PSDKU, sekaligus memperkuat koordinasi antarunit dalam menghasilkan karya akademik yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Melalui diseminasi ini, UBSI berharap kualitas penelitian dan pengabdian dosen terus meningkat, jejaring kolaborasi semakin luas, serta kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kesejahteraan masyarakat dapat semakin dirasakan.

2 weeks ago
6











































