Riset AI untuk Petani Tembus Pendanaan Bergengsi, Doktoral UNM Cetak Inovasi Nyata

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis, kembali menegaskan komitmennya menghadirkan riset berdampak melalui capaian membanggakan di tingkat doktoral.

Sri Hadianti, M.Kom, mahasiswa Program Studi Informatika Program Doktor (S3), berhasil meraih pendanaan bergengsi melalui Program Fellowship Penelitian Disertasi Doktor 2026.

Keberhasilan ini diraih melalui proposal penelitian inovatif berjudul “Pengembangan Metode Interpolasi Gambar Presisi Tinggi dan Fungsi Kerugian Adaptif untuk Menstabilkan Model Deteksi Hama Kentang Berbasis Deep Learning”, yang menawarkan solusi teknologi untuk sektor pertanian Indonesia.

Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan Deep Learning untuk mendeteksi hama dan penyakit tanaman kentang secara lebih akurat.

Permasalahan utama yang diangkat adalah rendahnya akurasi sistem deteksi akibat kualitas gambar yang beragam di lapangan, seperti pencahayaan tidak merata hingga resolusi kamera yang terbatas.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Sri mengembangkan dua pendekatan utama, yakni metode interpolasi gambar presisi tinggi untuk meningkatkan kualitas visual daun tanaman, serta fungsi kerugian adaptif guna menstabilkan model AI saat menghadapi data yang tidak seimbang.

Rektor UNM, Prof Dr Dwiza Riana, memberikan apresiasi atas capaian tersebut. “Ini bukti riset di UNM tidak hanya unggul secara akademik, juga mampu memberikan solusi konkret bagi permasalahan masyarakat. Kami terus mendorong lahirnya inovasi berbasis teknologi yang berdampak langsung, termasuk di sektor strategis seperti pertanian,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip Ahad (26/4/2026).

Sri mengungkapkan, penelitian ini diharapkan bisa diimplementasikan secara luas, khususnya bagi petani di daerah. “Melalui penelitian ini, saya ingin menghadirkan solusi yang benar-benar bisa digunakan petani, terutama dalam mendeteksi hama sejak dini. Harapannya, teknologi ini membantu mengurangi risiko gagal panen dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ungkapnya.

Dalam proses penelitiannya, Sri mendapat bimbingan dari para pakar, yaitu Prof Dr Dwiza Riana sebagai pembimbing senior dan Dr Eng Muhammad Haris sebagai asisten supervisor. Kolaborasi ini menjadi kunci menghasilkan riset yang kuat secara metodologi dan relevan secara implementasi.

Secara keseluruhan, penelitian ini berpotensi menghasilkan sistem deteksi hama berbasis AI yang dapat diintegrasikan ke dalam perangkat mobile. Dengan demikian, mudah diakses petani di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil.

Capaian ini sekaligus memperkuat peran UNM yang konsisten mendorong pengembangan riset berbasis teknologi, serta berkontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui inovasi digital.

Dengan prestasi ini, UNM optimistis terus melahirkan peneliti dan inovator yang mampu menjawab tantangan global melalui solusi berbasis teknologi yang aplikatif dan berkelanjutan.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research