Puasa Syawal, dari Niat, Tata Cara Hingga Jadwal Pelaksanaannya

2 hours ago 1

ILUSTRASI Ilustrasi puasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriyah, umat Islam dianjurkan melanjutkannya dengan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal. Ibadah Sunnah ini memiliki keutamaan besar, yakni pahala seperti berpuasa selama satu tahun penuh.

Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَأَتْبَعَهُ سِتَّاً مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Artinya: "Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun." (HR Muslim).

Puasa Syawal dapat dilaksanakan mulai 2 Syawal hingga akhir bulan. Menariknya, para ulama menjelaskan ada beberapa cara pelaksanaannya, termasuk fleksibilitas dalam niat, terutama bagi yang lupa berniat pada malam hari.

Tiga cara puasa Syawal:

1. Berturut-turut (Enam hari langsung)

Puasa dilakukan selama enam hari secara berurutan, biasanya mulai 2 hingga 7 Syawal. Cara ini merupakan pendapat mayoritas ulama Syafi’iyah.

2. Tidak berurutan (harian/selang-seling)

Puasa boleh dilakukan tidak berurutan, misalnya setiap Senin-Kamis atau hari-hari tertentu selama masih dalam bulan Syawal.

Pendapat ini menunjukkan fleksibilitas syariat, sehingga umat Islam tetap bisa meraih keutamaannya meski tidak mampu berpuasa secara berturut-turut.

3. Digabung dengan hari tertentu (misalnya Ayyamul Bidh)

Puasa Syawal juga bisa dilakukan bersamaan dengan puasa sunnah lain, seperti Ayyamul Bidh (tanggal 13-15 Hijriah). Cara ini menjadi alternatif bagi yang tidak langsung berpuasa setelah Idul Fitri.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research