REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Arus balik Lebaran 2026 sedang berlangsung dengan mobilitas pemudik yang kembali meningkat di berbagai jalur transportasi. Di tengah lonjakan perjalanan tersebut, Asuransi Jasindo mengingatkan pentingnya perlindungan perjalanan guna mengantisipasi risiko kecelakaan.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo Brellian Gema Widayana mengatakan, fase arus balik memiliki tingkat kerawanan berbeda dibanding arus mudik. Kondisi fisik pemudik yang menurun setelah perjalanan panjang menjadi faktor utama meningkatnya potensi kecelakaan.
“Arus balik memiliki tingkat risiko yang tidak kalah tinggi dibandingkan arus mudik. Faktor kelelahan, penurunan konsentrasi, serta lonjakan volume kendaraan menjadi kombinasi yang perlu diantisipasi secara serius. Dalam kondisi ini, perlindungan asuransi menjadi penting untuk memberikan rasa aman selama perjalanan,” kata Brellian dalam siaran pers, Kamis (26/3/2026).
Berdasarkan data Korlantas Polri, periode mudik dan arus balik Lebaran secara konsisten menjadi salah satu momen dengan angka kecelakaan lalu lintas tertinggi setiap tahun. Mayoritas kecelakaan dipicu faktor human error seperti kelelahan pengemudi dan rendahnya kewaspadaan di perjalanan.
Brellian menjelaskan, Asuransi Jasindo sebelumnya ikut berpartisipasi dalam program Mudik Nyaman Bersama BUMN bersama Indonesia Financial Group (IFG) Group. Melalui program tersebut, peserta memperoleh perlindungan kecelakaan diri dengan nilai pertanggungan hingga Rp100 juta.
Perlindungan itu mencakup risiko meninggal dunia, cacat tetap total, serta biaya perawatan dan pengobatan akibat kecelakaan selama perjalanan. Brellian menilai perlindungan perjalanan tidak hanya dibutuhkan saat keberangkatan mudik, tetapi juga saat masyarakat kembali ke kota asal.
Untuk mendukung layanan kepada masyarakat, Asuransi Jasindo menyediakan contact center 24 jam melalui layanan 1500-073, akun Instagram resmi, serta jaringan representative office di berbagai daerah. Layanan tersebut disiapkan agar peserta dapat memperoleh pendampingan ketika menghadapi risiko perjalanan.
Brellian mengatakan, momentum arus balik menjadi pengingat bahwa literasi masyarakat terkait asuransi perjalanan masih perlu ditingkatkan. Tingginya mobilitas musiman seperti Lebaran dinilai membutuhkan kesiapan perlindungan sejak tahap perencanaan perjalanan.
“Asuransi seharusnya menjadi bagian dari perencanaan perjalanan, bukan sekadar pilihan tambahan. Dengan perlindungan yang memadai, masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan lebih tenang di tengah berbagai potensi risiko,” kata Brellian.

3 hours ago
1












































