Banyak Negara Nyatakan Krisis Energi, Prabowo Minta Bahlil Cari Pasokan Energi dari Negara Lain

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk segera mencari alternatif pasokan energi dari berbagai negara sebagai langkah antisipasi menghadapi dinamika geopolitik global yang berpotensi mengganggu rantai pasok energi dunia.

Instruksi tersebut disampaikan menyusul meningkatnya ketidakpastian global, termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mempengaruhi distribusi minyak mentah dunia. Sejumlah negara bahkan mulai mengantisipasi risiko krisis energi akibat gangguan pasokan dan volatilitas harga.

Bahlil menegaskan pemerintah terus memastikan pasokan energi nasional tetap aman, baik dari sisi ketersediaan maupun stabilitas harga, di tengah tekanan global yang terjadi.

“Seperti yang saya sampaikan di awal, insyaallah pemerintah akan menjaga pasokan energi, cadangan energi, serta stabilitas harga. Sekalipun banyak negara menghadapi tekanan global, kita bersyukur bahwa BBM di negara kita, baik bensin, solar maupun LPG masih terpenuhi dengan baik,” ujar Bahlil.

Ia mengungkapkan, Presiden Prabowo meminta jajaran ESDM segera mengoptimalkan berbagai opsi pengadaan energi guna menjaga ketahanan nasional.

“Atas dasar itu, semalam Bapak Presiden memerintahkan kepada saya dan tim untuk segera mencari alternatif pasokan minyak dari berbagai negara, serta mengoptimalkan seluruh sumber energi yang kita miliki,” kata Bahlil.

Menurut Bahlil, pemerintah juga terus mengoptimalkan kilang domestik serta melakukan diversifikasi sumber impor energi untuk menjaga kesinambungan pasokan.

“Cadangan minyak dalam storage berada pada kisaran minimal 21 sampai 24 hari. Namun perlu dipahami bahwa pasokan tersebut bersifat dinamis karena setiap hari ada distribusi keluar dan masuk. Hal ini terjadi karena kita mengoptimalkan kilang-kilang di dalam negeri serta impor dari berbagai negara,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebelumnya sekitar 20 persen pasokan minyak mentah Indonesia berasal dari Selat Hormuz. Namun pemerintah telah melakukan pengalihan sumber pasokan ke wilayah lain untuk mengurangi risiko gangguan distribusi.

“Sekitar 20 persen crude oil sebelumnya berasal dari Selat Hormuz, sekarang kita sudah melakukan pengalihan sumber pasokan ke wilayah lain dan kondisinya mulai membaik. Mohon doa dari seluruh masyarakat agar kondisi ini terus terjaga dengan baik,” katanya.

Selain memastikan pasokan tetap aman, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak guna menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global.

“Saya mengimbau masyarakat menggunakan energi sesuai kebutuhan dan menghindari pemborosan. Contohnya ketika memasak menggunakan LPG, jika masakan sudah matang mohon kompor dimatikan agar tidak terjadi pemborosan. Hal-hal sederhana seperti ini sangat membantu menjaga ketahanan energi nasional,” ujar Bahlil.

Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas energi, terutama di tengah situasi global yang sulit diprediksi.

“Jika kita dapat bersama-sama menggunakan energi secara bijak, insyaallah kondisi energi kita ke depan akan semakin baik,” katanya.

Pemerintah memastikan hingga saat ini kondisi pasokan energi nasional masih dalam batas aman dan belum menunjukkan tanda-tanda krisis, meskipun berbagai negara mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan pasokan energi global.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research