REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Piala AFF 2026 dinilai akan menjadi ujian pertama bagi John Herdman setelah resmi ditunjuk sebagai pelatih Tim Nasional Indonesia. Pengamat sepak bola nasional Akmal Marhali menilai, ajang tersebut dapat menjadi momentum penting sekaligus pembuktian awal bagi pelatih berpengalaman level Piala Dunia itu.
Akmal menegaskan, publik sepak bola Indonesia perlu bergerak ke depan dan tidak terus terjebak pada perbandingan dengan era pelatih sebelumnya. Ia menyampaikan apresiasi kepada Shin Tae-yong yang telah menangani Timnas Indonesia selama lima tahun, serta Patrick Kluivert yang turut berupaya membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
“Kita harus move on dari era sebelumnya. Terima kasih kepada Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert atas kontribusinya. Sekarang PSSI sudah mengambil keputusan secara kolektif kolegial, maka keputusan itu perlu kita dukung,” ujar Akmal dalam wawancara dengan televisi swasta, Sabtu (3/1/2026).
Menurut Akmal, kegagalan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia dan SEA Games 2025 harus dijadikan pelajaran penting. Ia menilai, prestasi di Piala AFF 2026 bisa menjadi “obat” atas hasil-hasil yang belum maksimal tersebut.
“Kalau bisa berprestasi dengan jadi juara di Piala AFF Juli 2026, itu bisa menjadi obat setelah sejumlah kegagalan yang dialami Timnas Indonesia. Apalagi kita belum pernah juara Piala AFF di level senior,” kata Akmal.
Ia juga menyoroti momentum Piala AFF 2026 yang digelar saat kompetisi liga-liga Eropa memasuki masa libur. Kondisi itu diharapkan membuka peluang bagi para pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri untuk bergabung dan memperkuat tim nasional secara penuh.
Sebelumnya, PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia pada Sabtu (3/1/2026). Pelatih asal Inggris berusia 50 tahun itu dipercaya menukangi Timnas senior dan U-23, sekaligus menandai dimulainya era baru sepak bola nasional.
Herdman dikenal memiliki rekam jejak istimewa. Ia tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang mampu membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA. Bersama timnas putri Kanada, Herdman tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011, serta mengantar Kanada meraih dua medali perunggu Olimpiade pada 2012 dan 2016.
Di sektor putra, Herdman sukses membawa Kanada lolos ke Piala Dunia Qatar 2022 setelah penantian 36 tahun, sekaligus mengangkat peringkat FIFA Kanada dari posisi 95 hingga mencapai peringkat tertinggi 33 dunia.
Pada 2026, Herdman akan langsung dihadapkan pada agenda padat bersama Timnas Indonesia. Selain FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Match Day 23–31 Maret, Timnas juga akan menjalani FIFA Match Day pada Juni, September, Oktober, dan November, serta Piala AFF 2026 yang dijadwalkan bergulir mulai 25 Juli.
Piala AFF 2026 pun dipandang sebagai panggung awal bagi Herdman untuk membangun kepercayaan publik sekaligus menanamkan fondasi prestasi Timnas Indonesia di bawah kepemimpinannya.

2 days ago
2














































