Kondisi setelah serangan Israel menghantam sebuah sekolah dasar putri di Minab, provinsi Hormozgan selatan. Iran, Sabtu (28/2/2026). Puluhan siswi meninggal akibat serangan itu.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan tujuan Trump untuk menggulingkan rezim di Iran adalah misi yang mustahil. Menurutnya pemerintah Iran didukung oleh mayoritas rakyat di negara itu.
“Ini adalah misi yang mustahil. Anda tidak dapat melakukan perubahan rezim sementara jutaan orang mendukung rezim yang disebut-sebut itu,” katan Araghchi, Sabtu.
Ia menggambarkan bagaimana jutaan orang di seluruh Iran turun ke jalan untuk mendukung pemerintah dalam rangka memperingati ulang tahun revolusi 1979. “Ya, ada juga orang-orang yang mengeluh, tetapi mereka adalah pendukung kuat rezim,” katanya.
Menurut Araghchi, Iran menyerang fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah untuk membela diri. Teheran tidak memulai perang, melainkan AS dan Israel yang melancarkan agresi terlebih dahulu.
“Amerika Serikat dan Israel-lah yang memulai agresi ini. Jadi tidak ada batasan bagi kami untuk membela diri, tetapi begitu agresi dihentikan, kami juga akan menghentikan pembelaan diri kami.”
Araghchi menekankan bahwa Iran lebih tertarik pada pada de-eskalasi dan siap untuk berbicara setelah serangan AS-Israel berakhir. "Saat ini tidak ada komunikasi," katanya dalam sebuah wawancara dengan NBC News.
"Tetapi jika Amerika ingin berbicara dengan kami, mereka tahu bagaimana mereka dapat menghubungi saya. Kami tentu tertarik pada de-eskalasi... Ini adalah perang pilihan Amerika Serikat, dan mereka harus membayar untuk itu."
Sebelumnya AS dan Israel menyasar sejumlah target di Iran. Target itu yakni para pemimpin Iran, termasuk Khamenei. Serangan ini bertujuan untuk menggulingkan rezim pemerintahan Iran.
Araghchi menegaskan bahwa pemimpin tertinggi spirtual Iran Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian masih hidup.
“Semua pejabat tinggi masih hidup,” katanya. “Jadi semua orang sekarang berada di posisinya masing-masing, dan kami menangani situasi ini, dan semuanya baik-baik saja.”
Media Iran melaporkan bahwa Khamenei dijadwalkan untuk berbicara hari ini.
Menteri Luar Negeri Oman yang telah menjadi mediator dalam beberapa putaran pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran baru-baru ini merasa kecewa dengan serangan Israel har ini. Dalam unggahan media sosial, Albusaidi mengatakan ia 'terkejut' dengan serangan itu.

3 hours ago
1











































