Pasien Cuci Darah di Jabar Sesak Napas Saat Tahu BPJS PBI Diputus, Ada yang Terpaksa Pinjam Uang

3 weeks ago 8

Ilustrasi layanan cuci darah pasien BPJS Kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Komunitas Pasien Cuci Darah Provinsi Jawa Barat mengungkapkan penonaktifkan kepesertaan BPJS Kesehatan PBI JK untuk pasien cuci darah menghambat mereka untuk berobat. Beberapa di antaranya mengalami gangguan pernapasan seperti sesak napas hingga harus mencari dana pinjaman.

Koordinator Komunitas Pasien Cuci Darah Jawa Barat Rini YS mengatakan jumlah anggota komunitas pasien cuci darah mencapai 150 orang. Terdapat 24 orang di antaranya mengeluhkan kartu BPJS kesehatan PBI dinonaktifkan.

"Kemarin sekitar 24 anggota itu mengeluhkan PBI-nya diputus," ucap dia dikutip Sabtu (7/2/2026).

Ia mengatakan beberapa pasien sempat mengalami sesak nafas akibat terkendala berobat cuci darah. Rini pun menyarankan agar pasien yang mengalami sesak napas untuk memilih masuk IGD terlebih dahulu.

Selain itu, terdapat anggota yang terpaksa mencari dana pinjaman untuk mengaktifkan dulu ke BPJS Mandiri. "Iya betul (menghambat) malah sudah ada yang sesak. Ada dana dari mana mengaktifkan dulu ke mandiri," kata dia.

Ia menyebut mayoritas pasien cuci darah BPJS Kesehatan PBI merupakan masyarakat kurang mampu. Mereka yang terdaftar di BPJS Kesehatan mandiri pun banyak yang menunggak karena tidak mampu bayar.

"Sambil proses bisa balik ke PBI, buat ongkos saja mikir mereka. Mereka bayar BPJS mandiri dulu. Ada juga dia terdaftar umum dan PBI, dua itu mereka juga kalau dua itu ada tunggakan di umum itu. Pbinya tetap berjalan," kata dia.

Ia mengatakan ke 24 pasien cuci darah yang diputus PBI berasal dari berbagai kalangan usia. Rini mengatakan jika diaktifkan kembali PBI maka relatif menyulitkan bagi pasien cuci darah karena harus mengantre khususnya bagi orang tua.

"Ada yang belum (urus aktivasi), ada yang masih diurus ngurus SKTM surat keterangan tidak mampu ke RT RW proses berjenjang," ungkap dia.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research