Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Haji dan Umrah M. Irfan Yusuf alias Gus Irfan memperingatkan ke seluruh warga negara Indonesia untuk tidak nekat berangkat Haji tanpa visa Haji.
"Kita berharap tidak ada lagi masyarakat Indonesia yang berangkat haji tanpa menggunakan visa haji yang resmi," kata Gus Irfan dalam konferensi pers di Kantor KSP, Jakarta, Rabu (15/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gus Irfan menyampaikan pada tahun ini pemerintah Arab Saudi akan lebih ketat mengawasi itu.
Ia menyebut Arab Saudi akan lebih ketat dalam hal pemeriksaan memasuki wilayahnya nanti.
Gus Irfan mengingatkan berbagai sanksi menunggu bagi mereka yang nekat. Pada titik terparahnya ialah masuk dalam daftar hitam (blacklist) selama 10 tahun ke Arab Saudi.
"Beberapa titik titik pasti akan ada pemeriksaan, karena itu kita harap masyarakat Indonesia yang tidak memiliki visa haji mohon jangan berangkat, saya khawatir nanti akan ada permasalahan," ujarnya.
Ia mengaku mendapat laporan dari pihak Imigrasi pada tahun lalu ada sekitar seribu orang yang ditahan di Jeddah karena tak menggunakan visa haji.
Ia juga menyebut pada tahun lalu banyak orang yang sudah terlanjur memasuki Arab Saudi tapi tidak alhasil tidak bisa masuk ke Mekah lantaran tidak memiliki visa haji.
"Mereka hanya punya visa ziarah ataupun visa kerja," ucapnya.
Keberangkatan haji 2026 akan dimulai dengan jemaah berkumpul di asrama pada 21 April.
Sehari kemudian, pada 22 April, gelombang pertama akan diterbangkan ke Madinah, lalu berlanjut ke Mekkah.
Gelombang kedua akan diterbangkan dari Tanah Air menuju Jeddah pada 7 Mei sebelum dilanjutkan ke Mekkah. Seluruh jemaah ditargetkan berada di Tanah Suci pada 21 Mei 2026.
Lalu, puncak pelaksanaan ibadah haji akan digelar pada 25 Mei, dimulai dengan pergerakan ke Arafah dan wukuf pada 26 Mei.
Rangkaian ibadah dilanjutkan dengan mabit atau bermalam di Muzdalifah dan Mina serta lempar jumrah.
Sementara, tahap pemulangan akan dimulai pada 1 Juni 2026 ditandai dengan kepulangan gelombang pertama dari Mekkah melalui Jeddah ke Tanah Air, dan dijadwalkan tiba di Tanah Air pada hari yang sama.
Pemulangan selanjutnya akan dilakukan bertahap hingga akhir Juni, termasuk pergerakan jemaah dari Mekkah ke Madinah untuk gelombang kedua.
(mnf/ugo)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
1















































