Mendiktisaintek Ingin Laboratorium Kampus Lahirkan Raksasa Industri Dunia

2 hours ago 4

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan paparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026). Dalam rapat tersebut Mendiktisaintek memastikan pihaknya tidak menutup program studi (prodi) yang dinilai tidak relevan, melainkan justru akan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan di era sekarang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menginginkan laboratorium di perguruan tinggi dan lembaga riset tidak berhenti menghasilkan publikasi dan produk penelitian. Laboratorium di Indonesia diharapkan mampu menjadi tempat lahirnya perusahaan berbasis teknologi yang produknya dibutuhkan pasar dunia.

Brian mengatakan Indonesia perlu memiliki daftar perusahaan besar yang lahir dari laboratorium Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) maupun perguruan tinggi. Menurut dia, keberhasilan riset pada akhirnya perlu diterjemahkan menjadi produk dan industri yang memberikan dampak luas.

"Mungkin selain produk-produk yang tentunya memiliki dampak besar, kita juga ingin melahirkan atau menyampaikan daftar perusahaan-perusahaan yang lahir dari laboratorium-laboratorium di BRIN, lahir dari laboratorium-laboratorium di kampus yang kemudian produk-produknya ditunggu-tunggu oleh seluruh dunia," kata Brian dalam Indonesia Innovator Award 2026 di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Brian mengingatkan, tantangan besar yang dihadapi para peneliti Indonesia adalah membawa hasil penelitian melewati fase kritis hilirisasi. Banyak inovasi berhasil dikembangkan di laboratorium, tetapi belum mampu menembus pasar dan berkembang menjadi industri.

Dalam dunia inovasi, fase tersebut kerap disebut sebagai valley of death atau lembah kematian. Pada tahap itu, sebuah inovasi harus bertransformasi dari hasil penelitian menjadi produk komersial, kemudian berkembang menjadi perusahaan dan industri yang memiliki pasar.

"Menjadi perusahaan, perusahaan menjadi industri, dan memang di situ kalau kita sebagai peneliti, kita tahu valley of death, lembah kematian ada di sana. Begitu banyak produk inovasi, tetapi kita belum berhasil membawa itu kepada industri," ujar Brian.

Menurut Brian, kemampuan melewati lembah kematian inovasi menjadi penting jika Indonesia ingin menjadikan ilmu pengetahuan sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi. Riset tidak cukup berhenti pada keberhasilan teknis di laboratorium, tetapi perlu memiliki dampak yang dapat dirasakan masyarakat.

Ia menilai jalan bagi Indonesia untuk melakukan lompatan menjadi negara maju bukan sekadar menghasilkan produk secara massal. Indonesia perlu membangun industri berbasis penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tingkat tinggi.

sumber : Antara

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research