Habib Ja'far dan Tokoh Muda Lintas Agama Ikrarkan Cinta Tanah Air di Istiqlal

1 hour ago 3

Ikrar Cinta Tanah Air tokoh muda lintas agama di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad(9/8/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pendakwah Habib Ja'far bersama empat tokoh muda lintas agama mengikrarkan komitmen untuk menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam acara 'Doa Keselamatan, Zikir Kebangsaan, dan Haul Pendiri NKRI' yang digelar Pengurus Besar Jaringan Thoriqoh Mu’tabaroh Alawiyah (PB JATMA ASWAJA) di Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad(9/8/2026). 

Ikrar Cinta Tanah Air tersebut menjadi salah satu rangkaian acara yang diikuti puluhan ribu peserta. Lima tokoh muda lintas agama yang terlibat merupakan perwakilan dari berbagai agama dan kepercayaan.

Selain Habib Ja'far, tokoh muda tersebut adakah Bli Yan Mitha Djaksana dari Hindu, Bhante Dhirapunno dari Buddha, Pendeta Steve Marcel S dari Kristen, Romo Antonius Suhardi A dari Katolik, serta Js Kristan dari Konghucu.

"Kita serahkan pembaca ikrar ini dari tokoh agama Budha. Kepada Bhante Dhirapunno, kami haturkan untuk memimpin ikrar bersama ini," ujar Habib Ja'far seraya mengajak puluhan ribu peserta untuk mengikuti pembacaan ikrar di Masjid Istiqlal, Jakarta.

"Ikrar bela negara dalam semangat persatuan, bangsa dan rasa cinta tanah air, yang berlandaskan nilai-nilai luhur, kemanusiaan, dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Kami seluruh putra putri bangsa Indonesia menyatakan ikrar," ujar Bhante Dhirapunno.

Dalam ikrar tersebut, peserta meneguhkan kesetiaan kepada Pancasila dan UUD 1945 serta kesiapan menjaga dan mengawal NKRI sebagai wujud kecintaan terhadap Tanah Air.

"Menyatakan ikrar. Satu, setia kepada Pancasila dan UUD 1945, serta senantiasa siap menjaga dan mengawal NKRI sebagai wujud nyata cinta Tanah Air," ujar Bhante yang kemudian diikuti seluruh peserta.

Ikrar tersebut juga memuat komitmen untuk membangun dan merawat sikap moderat dalam kehidupan beragama dan berkeyakinan. Para peserta menyatakan penolakan terhadap segala bentuk ekstremisme dan kekerasan yang mengatasnamakan agama maupun ideologi tertentu.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research