MARI Perkuat Bisnis Media Audio dan Digital untuk Perluas Jangkauan Audiens

3 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat transformasi bisnis media audio dan digital guna menangkap peluang pertumbuhan industri yang terus berkembang. Direktur Utama MARI Ade Wahyu Setiawan mengatakan perusahaan terus mengembangkan sinergi antara bisnis radio dan digital melalui berbagai unit usaha yang dimiliki.

"Pada saat ini MARI tetap berfokus pada segmen young adults yang merupakan populasi terbesar di Indonesia, dengan bisnis utama radio dan digital melalui berbagai entitas anak usaha," ujar Ade saat Public Expose Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) MARI di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Ade menyampaikan MARI saat ini mengelola sejumlah stasiun radio nasional, yakni Jak FM, Gen FM, Gen FM Surabaya, Hot FM, Kiss FM, Mustang FM, dan Most Radio. Selain itu, perseroan juga memiliki platform audio digital dan konten, Noice, yang menjadi bagian dari strategi pengembangan bisnis digital perusahaan.

"Sepanjang 2025, MARI membukukan pendapatan bersih (net revenue) sebesar Rp 70,32 miliar," ucap Ade.

Di tengah tantangan industri media dan proses transformasi bisnis yang masih berlangsung, perseroan mencatat rugi tahun berjalan sebesar Rp 77,17 miliar. Sementara itu, rugi komprehensif tahun berjalan tercatat sebesar Rp 89,86 miliar.

Adapun rugi komprehensif yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp 36,11 miliar. Berdasarkan segmen usaha, bisnis radio mencatat rugi komprehensif sebesar Rp 12,92 miliar, sedangkan unit digital membukukan rugi komprehensif sebesar Rp 76,94 miliar.

Meski masih mencatat kerugian, lanjut Ade, manajemen menilai berbagai langkah inovasi dan pengembangan yang dilakukan sepanjang tahun lalu merupakan investasi penting untuk memperkuat fondasi bisnis jangka panjang.

"Berbagai kegiatan dan inovasi yang telah kami lakukan sepanjang 2025 bertujuan untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan memperkuat posisi MARI sebagai pemain utama di industri media audio dan konten digital di Indonesia," lanjut Ade.

Menurut Ade, perubahan perilaku konsumsi media yang semakin mengarah ke platform digital menjadi peluang yang terus dimanfaatkan perseroan. Oleh karena itu, MARI tetap melanjutkan strategi integrasi antara kekuatan jaringan radio yang telah mapan dan pengembangan platform digital guna memperluas jangkauan audiens, khususnya generasi muda.

Dalam RUPST tersebut, Ade menyampaikan pemegang saham juga menyetujui sejumlah agenda penting lainnya, termasuk pemberian kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris Tahun Buku 2026 serta menunjuk kantor akuntan publik yang akan mengaudit laporan keuangan perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2026.

Selain itu, rapat juga menetapkan susunan pengurus perseroan, yakni Ade Wahyu Setiawan sebagai Direktur Utama, Doni Kurniawan Chandra sebagai Direktur, Hendry Mulya Syam sebagai Komisaris Utama, dan Adrian Syarkawi sebagai Komisaris.

"Ke depan, MARI optimistis dapat terus memperkuat posisinya di industri media audio dan digital melalui pengembangan konten yang relevan, inovasi teknologi, serta pemanfaatan ekosistem radio dan digital yang saling terintegrasi untuk menjangkau audiens yang lebih luas," kata Ade.

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research