Bukalapak Percepat Penguatan Empat Lini Bisnis, Pendapatan Tumbuh 63 Persen pada Kuartal I 2026

2 hours ago 3

Karyawan menunjukkan fitur pembelian tiket Kereta Api (KA) Bandara pada aplikasi Bukalapak dengan menggunakan gawai saat perjalanan dari Stasiun BNI City menuju ke Stasiun Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta, Rabu (28/8/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mempercepat transformasi bisnis dengan memfokuskan pengembangan usaha pada empat segmen utama, yakni Mitra Bukalapak, Gaming, Investasi, dan Ritel. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat fundamental perusahaan sekaligus menciptakan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan di tengah persaingan industri digital yang semakin ketat.

Sejak awal 2025, Bukalapak resmi menghentikan penjualan produk fisik melalui aplikasi dan situs web. Perusahaan kini mengarahkan strategi bisnis pada segmen yang dinilai memiliki prospek profitabilitas lebih jelas dan mampu memberikan nilai tambah bagi ekonomi digital nasional.

Corporate Secretary Bukalapak, Cut Fika Lutfi, mengatakan transformasi tersebut merupakan upaya perusahaan menjaga relevansi bisnis sekaligus memperkuat kontribusi ekonomi di tengah perubahan perilaku pasar.

“Transformasi ini mencerminkan upaya manajemen untuk memastikan setiap segmen bisnis tetap relevan dengan dinamika pasar yang terus berkembang, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih kuat,” ujar Cut Fika dalam keterangan, Rabu (24/6/2026).

Strategi tersebut mulai tercermin pada kinerja keuangan perusahaan. Sepanjang 2025, Bukalapak membukukan pendapatan sebesar Rp 6,5 triliun atau tumbuh sekitar 46 persen dibandingkan Rp 4,5 triliun pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut berlanjut pada awal 2026. Pada kuartal I 2026, pendapatan perusahaan meningkat 63 persen secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 1,5 triliun menjadi Rp 2,4 triliun.

Selain pertumbuhan pendapatan, Bukalapak juga mencatat pencapaian penting dengan membukukan Adjusted EBITDA positif sebesar Rp 4 miliar pada kuartal I 2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, perusahaan masih mencatatkan Adjusted EBITDA negatif Rp 20 miliar.

Peningkatan kinerja tersebut didorong pertumbuhan pendapatan yang kuat serta optimalisasi operasional yang dilakukan secara berkelanjutan.

Dalam pengembangan bisnis, Bukalapak menempatkan Mitra Bukalapak sebagai salah satu pilar utama penguatan ekonomi kerakyatan. Melalui model online-to-offline (O2O), perusahaan memberdayakan UMKM, warung tradisional, dan agen perorangan melalui solusi business-to-business-to-consumer (B2B2C).

Read Entire Article
Lifestyle | Syari | Usaha | Finance Research